Monday, 4 July 2022

Diklat Guru dan Tenaga Kependidikan Being an Amazing Educator In Maitreya School 2022-Hari Pertama

Sekolah Maitreya mengadakan diklat selama 5 hari yakni dimulai dari 4 Juli sampai 8 Juli 2022. Diklat Guru dan Tenaga Kependidikan  Being an Amazing Educator In Maitreya School 2022 sengaja dibuat untuk menyemangati para guru dan tenaga pendidikan agar semakin berkarya dan berdaya menyambut ajaran baru nantinya.

Diklat ini diselenggarakan khusus untuk Sekolah Maitreya se-Riau, diantaranya: Metta Maitreya Pekanbaru, Dharma Maitreya Bengkalis, Kasih Lestari Tembilahan, Maitreyawira Dumai, Nava Dhamma Sekha Alam Bahagia Rupat, Sekolah Kasih Maitreya Selatpanjang dan Nava Dhamma Sekha Kasih Maitreya Beting.

Acara yang luar biasa ini dilaksanakan langsung di Joyfull Hall Paud Metta Maitreya dan bergabung melalui virtual Zoom dengan sekolah-sekolah lainnya termasuk sekolah tempat saya mengajar yaitu Sekolah Kasih Maitreya Selatpanjang. Meski melalui Zoom acara ini tidak mengurangi semangat kami para guru dalam berkarya sehingga kami dapat mengkutinya dengan baik.

Hari Pertama Diklat 

Sebelum zoom berlangsung, penanggungjawab dari sekolah Kasih Maitreya Mis Mario Anita telah mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran dan keberlangsungan acara yang diadakan di sekolah itu sendiri.

Guru dan Tenaga Kependidikan dibagi dalam 10 kelompok dengan pengawas dan ketua kelompok dari berbagai tingkat, baik itu Paud, TK, SD, SMP, SMK, LKP, Kantin, Keamanan, Koperasi serta Bagian Umum. Uniknya, nama-nama kelompok ini di buat berdasarkan langkah-langkah dan tujuan yang akan dicapai nantinya, aamiin.

Kelompok-kelompok itu diberi nama; Tim Hati Kasih, Tim Perilaku Kasih, Tim Wajah Kasih, Tim Disiplin, Tim Antusias, Tim Ramah, Tim Kegembiraan Harmonis, Tim Kebersamaan Harmonis, Tim Kerukunan Harmonis serta Tim 5-S. Tim-tim ini nantinya akan saling mengenal satu sama lain sehingga menciptakan dunia satu keluarga dan wajib menghasilkan satu proyek sebagai hasil kebersamaan dan kekompakan para tim.

Setelah bergabung dengan tim nya masing-masing dan saya sendiri, Maya Fasindah bergabung bersama Tim 5-S; Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun. Acara dibuka dengan Pembawa Acara atau MC yang luar biasa memberikan semangat para Guru dan Tenaga Pendidikan, Sir Fery dari Metta Maitreya Pekan Baru.

Acara diawali dengan senam bersama yaitu Senam Mars Pemuda Semesta dan Era Harmonis Telah Tiba, setelah itu seluruh peserta diklat diwajibkan menyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa, foto bersama, show time Sekolah Dharma Maitreya Bengkalis dan Metta Maitreya Pekanbaru. Sekolah yang benar-benar luar biasa memberikan semangat dan motivasi para guru untuk selalu bahagia, gembira dan sukacita dalam mengajar maupun mendidik anak bangsa.

Wejangan oleh Bapak Wijanto selaku Ketua Dewan Pembina

Acara dilanjutkan dengan pembukaan dan wejangan oleh Bapak Wijanto selaku Ketua Dewan Pembina. Beliau banyak sekali memberikan arahan dan motivasi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan, ada beberapa kesimpulan yang akan saya paparkan yaitu:

1. Kunci sekolah bermutu tergantung pada Kepala Sekolah dan Guru

2. Melakukan sesuatu harus didasarkan dengan niat dan tekad yang kuat

3. Sekolah itu seperti keluarga, jika didikan orangtuanya baik, maka sang anak pun menjadi anak yang berbakti

4. Hidup sampai tua, maka belajar pun harus sampai tua

5. Visi misi sekolah Maitreya adalah mewujudkan dunia satu keluarga, untuk itu kita harus menghilangkan perbedaan suku, ras, budaya dan agama agar bersatu dan dapat menguasai konsep dunia satu keluarga itu sendiri

6. Mengajar dan mendidik itu seperti saudara kandung kita, sehingga kita merasa khawatir jika peserta didik tidak mampu menerima pelajaran

7. Jangan hanya karena pekerjaan lantas kita baru bekerja, tetapi bekerjalah dengan suatu keikhlasan dan niat yang tulus

8. Menjadi guru yang unggul tidak hanya mampu mengajar, tetapi harus memiliki sikap dan perilaku serta kepribadian yang baik dan meningkat dari waktu ke waktu.

9. Gunakan hati kasih kita sehingga anak didik berperilaku kasih dan berhati kasih

10. Menjadikan sekolah yang bermutu tidak gampang, harus kerja keras dan saling bekerja sama satu sama lain.   

Ice Breaking

Pembawa Acara melakukan ice breaking bersama Guru dan Tenaga Pendidikan. Nama ice breakingnya adalah hi hi hi hi dan Tangan ke Atas, bawah kiri dan kanan.

Hihihihihi

Hijau, kaki melangkah ke kanan

Hitam, kaki melangkah ke kiri, begitu seterusnya.

Tangan ke Atas, bawah kiri dan kanan.

Peserta didik melakukannya sesuai arahan Sir Fery, uniknya jika dikatakan tangan ke atas, maka yang dilakukan peserta adalah kebalikannya, tangan harus ke bawah, begitulah seterusnya sampai-sampai konsentrasi para peserta tidak fokus.

Para peserta diklat melakukannya dengan rasa gembira dan terhibur satu sama lain.


Pendidikan Berkarakter Sekolah Maitreya oleh Ibu Rosa Ria, S.Pd.B

Menjadi seorang pendidik tidak sulit, tetapi menjadi seorang pendidik luar biasa itu tidak mudah, begitulah Sir Fery mengawali kalimat sambutannya untuk menyambut pemateri yang luar biasa yaitu Ibu Rosa Ria,S.Pd.B

Materi yang disampaikan Ibu Rosa Ria memang sangat luar biasa dan saya benar-benar termotivasi melakukannya. Mudah-mudahan tidak hanya saya, para Guru dan Tenaga Kependidikan lainnya dapat mencoba melaksanakannya di awal tahun ajaran baru.

Adapun kesimpulan dari isi materi yang beliau sampaikan yaitu:

1. Guru adalah Penanam Kebaikan

Kebaikan adalah benih yang terus bertumbuh hingga menjadi pohon kebaikan. Pohon kebaikan menghasilkan buah kebaikan, didalam buah kebaikan ada biji kebaikan sehingga jika biji kebaikan ditanam kembali menjadi benih kebaikan dengan jumlah lebih banyak dan otomatis mutu lebih baik. Begitulah cara beliau membuat perumpamaan antara Guru dan Peserta didik.

2. 12 karakter- Being an amazing educator:

Integritas, prioritas, pelayanan, kesetiaan, keberagaman, pembaharuan, kontribusi, pengorbanan, tanggungjawab, timbal balik, pembelajaran dan pengajaran. Kesemuanya ini memang tidak mudah dilakukan tetapi wajib dicoba sehingga kita tahu sampai dimana kemampuan kita sebagai seorang guru, bukan perihal mampu atau tidak mampu, tetapi mau atau tidak mau.

3. Amazing Educator

Mengajar dengan kata-kata 

Mengajar sebagai kontribusi

Memprioritaskan murid dalam proses pembelajaran, menyesuaikan RPP dengan kondisi murid

Berkorban waktu dan energy untuk kemajuan murid

Melayani murid

Berani mengambil tanggung jawab ketika murid gagal

Setia pada panggilan hidupnya sebagai pendidik ketika menemui banyak tantangan

Menjalin hubungan dua arah dengan murid

Mendengar dengan hati

Melihat keberagaman murid sebagai kesepakatan untuk mengerjakan kerjasama dan saling menghormati

Senantiasa belajar

Senantiasa memperbarui pengetahuan dan wawasan

Mengembangkan kurikulum untuk mengajar murid

Selalu menemukan kreativitas ditengah keterbatasan

Tetap menemukan harapan di tengah kegelapan

Melihat persoalan sebagai pintu masuk sebuah jawaban

4. Prinsip Teacher

T = Teacher

E = Educatioan

A = Activity

C = Communication

H = Heart

E = Encouragement

R = Readiness

5. Transformasi Pendidikan

Perubahan Eksklusif menjadi Inklusif

Pergeseran Vertikal ke Horizontal

Konsekuensi Inklutivitas dan Horizontalisasi yaitu terjadinya pergeseran individual ke sosial.

6. Manusia bukan hanya butuh IQ, EQ, SQ, tetapi juga AQ yaitu Adversity Quotient merupakan kekuatan manusia untuk bertahan dalam kesulitan dan memacu dalam segala semangat serta kecerdasan mengahdapi kesulitan.   

Games

MC memberikan games yaitu menjawab pertanyaan sesuai materi yang telah disampaikan melalui Kahoot. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat akan mendapatkan hadiah pulsa@ 20 rb rupiah. Pemenang hanya ada 3.

Yel-yel dan Proyek

Peserta diklat wajib memberikan yel-yel dan juga proyek dengan memanfaatkan barang bekas yang telah disediakan oleh panitia diklat. Peserta wajib mengabadikannya dalam video yang berdurasi tidak lebih dari 1 menit untuk yel-yel dan 3 menit untuk proyek.



Hari pertama diklat guru dan tenaga kependidikan berjalan dengan lancar dan sampai ketemu di hari kedua ya…





3 comments :

  1. seru banget sih mbak diklatnya, kebayang deh serunya
    barakallah para guru

    ReplyDelete
  2. Menjadi guru yang unggul tidak hanya mampu mengajar. Duh, nyess banget ini, Mba. Guru di era terkini emang beda, deh. Salut buat dedikasi dalam berbagai situasi.

    ReplyDelete
  3. Penting banget Diklat semacam ini untuk para guru, ya, mba. Supaya makin berkualitas guru2nya. MasyaAllah keren.

    ReplyDelete

Back to Top