Wednesday, 7 December 2022

#SuamiIstriMasak, Pelengkap Bumbu Keharmonisan

Selepas salat subuh, suami tengah mempersiapkan peralatan yang akan dibawa ke kebun getah, sementara saya sibuk berkutat di dapur menyiapkan masakan, baik itu sarapan untuk anak, bekal untuk suami maupun untuk saya karena kesibukan masing-masing.

Saya dan suami memiliki tanggungjawab yang berbeda. Suami dengan pisau torehnya-pisau untuk menoreh pohon getah, sementara saya dengan seragam guru sejak tahun 2006. Sebelum memasuki pernikahan, saya lebih dulu menyandang status guru kemudian istri. Status inilah yang menjadikan saya wanita strong, mengurus rumah dan berkarir.


Meski berbeda latar belakang, kami tetap menjalaninya dengan keharmonisan dan kebahagiaan. Rumahtangga jika tanpa masalah bagaikan sayur tanpa garam, kurang nikmat. Begitulah kebanyakan orang menyebutnya. Dan hal itu telah kami rasakan bersama. Satu hal yang paling membuat saya takjub ternyata suami bisa masak dan masakannya enak.

Hal ini terbukti dengan piring yang mengkilap yang dipamerkan pada saya waktu itu. sederhana sih, hanya nasi goreng, namun kelezatannya luar biasa kata anak-anak. Terkadang suami memberikan saya ruang santai sejenak, karena suami paham bagaimana aktivitas saya menjadi seorang guru.

Tiap-tiap Suami Sudah Pasti Sangat Mencintai Keluarganya.

Saya yakin setiap suami pasti sangat mencintai keluarganya. Suami akan berusaha sekuat tenaga agar keluarganya tidak kekurangan sesuatu apa pun, rela bekerja keras meskipun terkadang hasil yang didapatkan masih belum mencukupi kebutuhan keluarga, namun suami tetap bertanggungjawab.

Meskipun keluarga kami sederhana, keharmonisan keluarga tetap terjaga karena hal ini nantinya akan berdampak pada setiap anggota keluarga, seperti pendapat Charles, seorang psikolog mengatakan bahwa: “Keluarga akan harmonis bila para anggota keluarga di dalamnya bisa berhubungan secara serasi dan seimbang. Saling memuaskan kebutuhan satu sama lainnya serta memperoleh pemuasan atas kebutuhannya. Keluarga harmonis ditandai dengan adanya relasi yang sehat antar setiap anggota keluarga sehingga dapat menjadi sumber hiburan, inspirasi, dorongan yang menguatkan dan perlindungan bagi setiap anggotanya.”

Jadi tidak ada beban dalam hubungan dan tanggungjawab suami istri. Karena sejatinya masyarakat berpikir bahwa setelah berumah tangga tugas istri ya masak. Dapur, kasur, sumur. Sementara suami bertanggungjawab mencari nafkah. Seperti ini lah pandangan masyarakat saat anak gadisnya memutuskan untuk menikah. Padahal pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Keduanya bisa dilakukan bersama-sama. Istri sewaktu-waktu bisa membantu suami mencari nafkah dan suami bisa membantu istri mengurus rumah tangga, salah satunya adalah dengan memasak bersama.

Suami Masak Bukanlah Beban

Urusan rumah tangga akan menjadi ringan bila suami mau membantu istri di dapur, terutama saat memasak. Suami dapat mengambil peran istri sewaktu-waktu. Pelan-pelan suami bisa masak kok, entah itu karena permintaan anak, saya dalam keadaan sakit atau dalam keadaan urgent ketika pasca melahirkan.

Pasca melahirkan, otomatis suami mengambil semua peran saya sebagai istri, memasak, mencuci, mengurus anak, beberes rumah, dll. Kehidupan kami yang jauh dari orangtua sudah terbiasa dilakukan sendiri. Kalau bukan suami, siapa lagi yang bisa membantu saya? Tentu saja hal ini tidak mudah dilakukan, namun karena kondisi, suami harus memasak agar saya cepat pulih, suami pastinya lebih sering ke dapur.

Dan tahu kah sahabat, ternyata kemampuan masak suami itu diperoleh saat semuanya mengalir begitu saja tanpa beban, meskipun pada awalnya terpaksa lama-lama jadi biasa kok, meski setelah pulih saya tetap kembali memasak seperti biasanya. Dan sewaktu-waktu kami memiliki quality time bersama di dapur.

Pernah suatu hari, kami kedatangan keluarga jauh datang tiba-tiba tanpa memberi kabar. Tentu saja hal ini membuat kami kaget terlebih menjamu tamu adalah kewajiban, tentu saja lagi-lagi diperlukan peran suami agar menghemat waktu dan dapat menyambut keluarga bersama-sama.

Ada banyak cerita saat memasak, seperti bumbu-bumbu tambahan yang biasa dipakai suami namun saya tidak mengetahuinya sama sekali, karena saya memasak pun masih biasa-biasa saja. Saya terkejut saat ada masakan yang menjadi tradisi di keluarga suami saya. Suami mengatakan bahwa “ Jangan lupa nasi gorengnya ditambah kunyit sedikit, trus itu sayur beningnya di tambah kencur ya.” Sementara saya tidak pernah menambahkan bumbu itu dalam masakan saya selama ini.

Seru banget kan? Selama moment nya tepat dan kondisi yang memungkinkan suami untuk masak, suami pasti masak deh. Boleh dicoba dong sahabat. Yakin, pasti seru!

Kolaborasi bersama Suami, Banyak Manfaat yang Didapat

Buktikan bahwa ketika masak bersama, keluarga akan lebih harmonis, meski hanya sekedar menambahkan kecap atau bumbu dapur pada masakan. Kegiatan masak bersama ini akan menguatkan hubungan rumah tangga dan menjadikan contoh yang baik pada anak-anak bahwa ayah ibunya saling menyayangi satu sama lain.

Kolaborasi ini tentu saja menimbulkan dampak positif dan beberapa manfaat, diantaranya:

1. Menjadikan suami lebih bertanggungjawab karena masak bukanlah tugas istri saja tetapi dapat dilakukan bersama-sama.

2. Ada banyak hal yang bisa dikomunikasikan saat masak bersama, keluarga akan semakin hangat dan harmonis karena sudah pasti menimbulkan tawa dan canda.

3. Hubungan yang semakin erat dalam membangun emosi positif, misalnya membersihkan dapur bersama-sama, karena jika suami ikut masak, dapur pasti berantakan.

4. Menyajikan hidangan yang lezat untuk keluarga, karena memasak itu harus dilakukan dengan rileks dan bukan beban.

5. Memberikan contoh nyata bagi anak-anak, karena mereka melihat harmonisasi yang terjalin ketika masak dilakukan bersama-sama.

6. Dengan adanya kegiatan suami istri masak, otomatis akan menimbulkan cinta yang kuat.

7. Dapat dijadikan agenda bersama jika diakhir pekan.

Banyak sekali manfaat #SuaniIstriMasak ya sahabat, soo … yakin nih enggak mau nyoba? Bener? Saya yakin jika sahabat mencoba akan menambah lagi tuh daftar list manfaat nya. Coba deh!

Kecap ABC Menambah Kelezatan Masakan
.

Jika ditanya soal masakan, saya pasti lebih banyak jawab enggak tahu. Kenapa? Karena saya bukan ahlinya, he he he …, tetap saja wajib ke dapur karena membeli makanan instant dan makanan di luar perlu banyak pertimbangan, selain karena menghemat pengeluaran, kebersihannya juga belum tentu diyakini kan? karena itulah saya dan suami lebih memilih masak sendiri, meskipun masakan itu yang simple-simpel aja, nasi goreng atau tempe bumbu yang dibalur tepung. tentu saja semuanya pakai kecap andalan keluarga kami, ABC. 

Suami sering menambahkan kecap pada masakan yang terkadang zonk. Enggak enak! Namun berbeda dengan kecap ABC, ketika suami menambahkan kecap ABC pada sambal yang telah saya olah, Eh … anak-anak malah lebih memilih sambal yang ada kecapnya. Kata mereka jadi lebih gurih dan lezat.

Saya lebih memilih kecap ABC karena tidak perlu menambah bumbu-bumbu tambahan yang mesti dimasukan. Tuangkan saja kecap ABC, selesai! Kami sekeluarga memang suka sambal. Karena itu saya dan suami memilih resep Ayam Panggang Sambal Kecap sebagai masakan favorit keluarga, yang penting ada kecapnya.

Ayam Panggang Sambal Kecap

Bahan untuk bumbu ayam panggang:

1 ekor ayam, potong menjadi 12 bagian

Kecap manis ABC

12 siung bawang merah

3 siung bawang putih

Satu ruas jari jahe

Satu ruas jari kunyit

Ketumbar secukupnya

Garam secukupnya

Gula secukupnya

Penyedap rasa secukupnya

Air secukupnya

Minyak untuk menumis

Bahan untuk sambal kecap:

Cabai rawit 2 ons (sesuai selera pedas masing-masing)

3 buah tomat berukuran sedang, iris.

5 siung bawang merah

1 siung bawang putih

Tambahkan terasi sesuai selera

Cara membuat:

Cuci ayam yang telah dipotong-potong tadi, kemudian haluskan bahan bumbu ayam panggang, setelah halus tumis sebentar hingga harum, masukan ayam dan tambahkan sedikit air, tutup bagian atasnya dan biarkan sekitar 5-10 menit.

Sementara menunggu ayam, tumis cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, terasi, diamkan sebentar lalu angkat. Kemudian tumis juga tomat yang sudah diiris tadi sampai matang dan tambahkan air sedikit.

Setelah ditumis, halusakan bahan-bahan tersebut sesuai selera, kemudian tambahkan kecap.

Setelah sambal selesai, angkat ayam dan tiriskan. Kemudian lumuri dengan kecap ABC dan siap untuk di panggang. Tunggu hingga kuning kecoklatan, lalu angkat dan siap disajikan

Ayam panggang sambal kecap pun siap disantap oleh keluarga ditambah dengan nasi hangat. Boleh ditambah timun ataupun sayur-sayuran yang lain sesuai selera.

Gimana nih sahabat? Kebayangkan kelezatannya … jadi enggak perlu khawatir dengan hasil kolaborasi dengan suami, semuanya berkat kecap ABC loh, kecap manis yang menambahkan kelezatan masakan.



 
Kenapa Harus Kecap ABC?

Kecap ABC memiliki ciri khas sebagai penambah cita rasa masakan. Rasa manisnya terasa secara alami dan tidak perlu memberikan gula sebagai tambahan masakan. Selain itu, warna hitamnya mampu melekat dan meresap pada bumbu masakan.

Kecap ABC juga kaya dengan protein, mengandung zat besi, dan yang paling mengejutkan nih dapat menurunkan kolesterol, kaya akan vitamin A, baik itu melancarkan pencernaan, dan menetralisir rasa pedas pada sambal, cocok banget kan untuk anak-anak dan kita enggak perluk hawatir pada pencernaanya.

Bagaimana nih? Masih mau pilih kecap lain? oh ya, kecap ABC saat ini sudah banyak variasi loh, ada yang kecap manis pedas, kecap manis seafood atau kecap manis daging asap. Keren kan? Kita tinggal sesuaikan aja dengan masakan kita, cocok banget bagi ibu-ibu yang level masakannya masih standard keluarga sama seperti saya.

Sekedar berbagi nih sahabat, sebenarnya pengalaman dan manfaat masak bersama suami ini terinspirasi dari video #SuamiIstriMasak Kecap ABC. Video ini menceritakan keseruan suami istri masak. Dan ternyata masak bersama suami itu seru loh. Silahkan tonton videonya ya sahabat, siapa tahu jadi terinspirasi. 

 https://www.youtube.com/watch?v=NWaFeHSab0o

Pentingnya kolaborasi antara suami istri di rumah terutama dalam hal masak memasak, ternyata mendorong kecap ABC untuk selalu konsisten melakukan kampanye #SuamiIstriMasak sejak 2018. Dan tahu enggak sahabat, kampanye ini berawal dari ajakan istri mendukung suami masak loh.

Enggak cukup sampai disitu, melalui kampanye dinisiasi di tahun 2018, ternyata berhasil mengajak suami masak, kampanye ini terus berlanjut hingga tahun 2019 dalam inisiasi Hari Kesetaraan Perempuan.

Di tahun 2020 PT Heinz ABC Indonesia, selaku produsen Kecap ABC masih melakukan kampanye dengan mengajak anak-anak melakukan hal yang sama agar keluarga lebih harmonis melalui platform edukasi, luar biasa ya.

Dan yang terbaru nih, di tahun 2021 kecap ABC berkolaborasi dengan Titi Kamal dan Christian Sugiono untuk menekankan pentingnya kolaborasi suami dan istri di dapur. Wah … wah … wah … so sweet banget ya.

Ternyata dari hal-hal yang sederhana walau cuman sekedar menambah kecap pada masakan ternyata berhasil mengajak suami agar mau membantu istri di dapur. Jadi lebih mempermudah tugas istri kan?

Hal ini juga didukung oleh Susanne Mighchels, marketing and R&D Diirector Indonesia/PNG The Kraft Heinz. Beliau mengatakan bahwa “Melalui kampanye #SuamiIstriMasak, kami ingin mengajak dan menyampaikan pesan kepada para suami dan istri bahwa waktu berkualitas dalam menjalin ikatan dengan keluarga dapat diciptakan kapan saja dan di mana saja, termasuk di dapur rumah,”

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, para istri dan ibu-ibu yang masih ragu untuk mengajak suaminya masak, atur rencana secepatnya ya. Saya dan ibu-ibu yang lain sudah mencoba serunya masak bareng suami di dapur. Masak biasa jadi lebih spesial. Apalagi kalau pakai kecap ABC, simpel dan enggak ribet.

Dan enggak perlu risau dengan hasilnya, sebab masakan hasil kolaborasi suami dan istri ini kaya akan rasa yang istimewa dan dijamin menambah bumbu keharmonisan keluarga. Saya sudah membuktikannya loh, ternyata masak ayam panggang sambal kecap ABC terbukti gurihnya, anak saya sampai nambah dan nambah lagi.

Selamat memasak, dan semoga terinspirasi bersama kecap ABC.

Referensi:

https://kraftheinzfoodservice.co.id/

https://ibuibudoyannulis.com/nunuamir/lomba-blog-kecap-abc-menciptakan-quality-time-suamiistrimasak-di-dapur/

https://www.fimela.com/food/read/5135319/kecap-abc-perkenalkan-kampanye-suamiistrimasak-dukung-kolaborasi-suami-istri-di-dapur.




Monday, 28 November 2022

Aksi Nyata Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional CGP 6

Dalam pelaksanaan aksi nyata pada program guru penggerak, semua calon guru penggerak wajib melakukan aksi nyata dan mengunggahnya di LMS. Aksi nyata pada modul 2.2 ini adalah aksi nyata mengenai Pembelajaran Sosial Emosional menggunakan model 4F yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. Beliau adalah ahli pendidik dan fasilitator. Model yang dikenalkan oleh beliau adalah sebagai berikut:

1. Facts (Peristiwa):

Apa yang Bapak/Ibu lihat dalam proses tersebut?

2. Feelings (Perasaan):

Apa yang Bapak/Ibu rasakan sehubungan dengan proses yang Anda alami?

3. Findings (Pembelajaran):

Apa hal yang bermanfaat dari proses tersebut?

Apa umpan balik yang Anda dapatkan?

4. Future (Penerapan):

Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan agar ini berdampak lebih luas?



Facts (Peristiwa): Apa yang Bapak/Ibu lihat dalam proses tersebut?

Seperti biasa pada modul-modul sebelumnya, calon guru penggerak wajib mengisi modul-modul yang telah tersedia di LMS dengan akronim MERDEKA yaitu: Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi nyata.

Setelah alur belajar ini sampai pada Aksi Nyata, calon guru penggerak menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Sosial Emosional di kelas dan pembelajaran berdiferensiasi.

Sebelumnya saya telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dengan memanfaatkan blog sebagai penggunaan literasi digital. Dengan pembelajaran berdiferensiasi ini anak lebih fokus pada materi yang telah kita berikan dan mereka sangat antusias serta aktif dalam pembelajaran terlebih memanfaatkan blog sebagai media nya.

Selanjutnya CGP juga diminta untuk membuat RPP terkait PSE (Pembelajaran Sosial Emosional). Pada pembelajaran sosial emosional ini saya juga telah menerapkannya di dalam kelas hanya saja tidak dituangkan dalam RPP. Dan Alhamdulillah setelah mengikuti program pendidikan guru penggerak ini salah satu RPP dapat saya kembangkan menjadi pembelajaran berdiferensiasi dan PSE.

Berikut RPP yang telah saya buat.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Berdiferensiasi dengan menginterasikan Kompetensi dan Sosial Emosional

Materi : Artikel

Kelas/ Semester : XII/ Genap

Kompetensi Dasar :

Mengevaluasi informasi, baik fakta maupun opini, dalam sebuah artikel yang dibaca.

Menyusun opini dalam bentuk artikel

Tujuan pembelajaran :

1. Menganalisis dan mengonstruksi sebuah teks artikel dengan memerhatikan fakta dan kaidah kebahasaan.

2. Mengevaluasi dan menyusun informasi berupa fakta/ opini, dalam sebuah teks artikel yang dibaca secara lisan maupun tulisan.



HASIL PEMETAAN 

Kelompok A

Murid telah memahami apa itu artikel dan membedakan mana yang opini dan mana yang fakta, dan siap untuk diberikan tantangan untuk menggunakan ragam penulisan artikel.

Kelompok B

Murid yang belum sepenuhnya mampu membedakan mana artikel opini dan mana yang fakta.

Kelompok C

Murid yang masih kesulitan memahami artikel yang termasuk fakta dan opini.


DIFERENSIASI PROSES

Kelompok A

Murid diminta membuat blog melalui gawai maupun laptop yang telah mereka persiapkan terlebih dahulu dengan melihat tutorial dan penjelasan yang diberikan guru dan mulai menuliskan artikel mana yang mereka minati, apakah fakta atau opini. Mereka boleh menambahkan gambar-gambar dan video.

Kelompok B

Murid diminta membaca artikel yang telah diberikan guru melalui link kemudian meminta mereka mengevaluasi artikel manakah yang masuk kedalam artikel fakta maupun opini, guru membantu mengarahkan mereka. Kemudian meminta mereka membuat blog dan menuliskannya ke dalam blog apa yang telah mereka pahami tentang artikel opini dan artikel fakta. Mereka boleh menambahkan gambar-gambar dan video.

Kelompok C

Murid diminta membaca artikel yang diberikan guru melalui link yang telah dibedakan mana artikel opini dan mana artikel yang fakta. Guru memberikan penjelasan mendalam mengenai materi itu. Kemudian meminta mereka membuat blog dan menuliskannya ke dalam blog apa perbedaan artikel dalam bentuk fakta dan opini. Mereka boleh menambahkan gambar-gambar dan video.


DIFERENSIASI PRODUK

Murid dibebaskan menentukan dan memilih tulisan apa yang mereka tuliskan kedalam blog mengenai artikel.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan

Mata Pelajaran / Kelas / Semester

Materi Pokok / Alokasi Waktu

Kondisi Pembelajaran

SMK Kasih Maitreya – Selatpanjang

Bahasa Indonesia / XII (Dua Belas) / Genap

Teks Artikel / 8 x 45’

Belajar Tatap Muka


TUJUAN PEMBELAJARAN

3. Menganalisis dan mengonstruksi sebuah teks artikel dengan memerhatikan fakta dan kaidah kebahasaan.

4. Mengevaluasi dan menyusun informasi berupa fakta/ opini, dalam sebuah teks artikel yang dibaca secara lisan maupun tulisan.

 Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran : Discovery Learning

Metode : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran

F. Media Pembelajaran

Media :

· Blog

· Lembar penilaian

· LCD Proyektor

Alat/Bahan :

Gawai

· Laptop & infocus

G. Sumber Belajar

1. Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa SMA/MA/SMK. Bandung: Yrama Widya

2. Suherli, dkk. 2018. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

3. Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XII Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan

1. Orientasi: Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

2. Apersepsi: Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, mengingatkan kembali materi dengan bertanya, mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.

3. Motivasi: Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi teks artikel dalam kehidupan sehari-hari, apabila materi/ tema/ proyek ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi teks artikel, menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung, dan mengajukan pertanyaan stimulus secara interaktif.

4. Pemberian Acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan yang sedang berlangsung, memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang sedang berlangsung, pembagian kelompok belajar (jika diperlukan), menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar.

KSE:1 Kesadaran diri (memahami emosi yang ada dalam diri) 2. Kesadaran Emosional (mengekspresikan rasa syukur)


Kegiatan

Inti / Utama

1. Literacy (Literasi): Peserta didik diberi stimulus atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada materi teks artikel melalui pendekatan saintifik seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan mengolah informasi, mengomunikasikan.

KSE: manajemen diri (mengolah emosi dan pikiran)

2. Critical Thinking (Berpikir Kritis): Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi aneka pertanyaan yang berkaitan dengan tayangan yang disajikan dan dijawab melalui kegiatan pembelajaran

( Diferensiasi Proses)

KSE: Pengambilan keputusan bertangungjawab (menunjukkan rasa ingin tahu dan ketermpilan pikiran, belajar membuat keputusan beralasan/masuk diakal, setelah menganalisis informasi data dan fakta).

3. Collaboration (Kerja Sama): Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai teks artikel melalui blog yang telah mereka buat. ( Diferensiasi Produk)

KSE: manajemen diri (menggunakan keterampilan merancang)

4. Communication (Komunikasi): Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan dan menyampaikan hasil diskusi tentang teks artikel, mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentang teks artikel dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan, bertanya atas presentasi tentang teks artikel yang dilakukan, dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.

KSE: keterampilan berelasi (berkomunikasi dengan efektif)

Guru mengajak siswa untuk melakukan ice breaking dengan teknik STOP untuk memberikan penyegaran untuk mengembalikan konsentrasi siswa.

5. Creativity (Kreativitas): Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami atau guru menyampaikan beberapa pertanyaan pemicu kepada siswa berkaitan dengan teks artikel yang akan selesai dipelajari melalui permainan ular tangga.

KSE: 1 Keterampilan berelasi (mempraktikan kerjasama tim dan pemecahan masalah secara kolaboratif), 2. Pengambilan keputusan bertangungjawab (menunjukkan rasa ingin tahu dan ketermpilan pikiran, belajar membuat keputusan beralasan/masuk diakal, setelah menganalisis informasi data dan fakta).

Kegiatan Penutup

1. Peserta didik: Membuat ringkasan dengan bimbingan pendidik tentang hal-hal penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran teks artikel yang baru dilakukan, mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi teks artikel yang baru diselesaikan, mengagendakan materi atau tugas yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.

KSE: manajemen diri (mengolah emosi dan pikiran)

2. Pendidik: memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi paraf/ tanda serta diberi nomor urut peringkat, memberikan penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama yang baik dalam kegiatan pembelajaran serta menyimpulkan pembelajaran melalui metode parodi yaitu menyanyikan lagu dengan lirik yang disesuaikan dengan materi pelajaran dengan lagu-lagu inla atau masa kini.

3. Guru bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan salam penutup dan berdo’a

KSE: kesadaran sosial (mengekspresikan rasa syukur)

PENILAIAN PEMBELAJARAN

Sikap

Pengetahuan

Keterampilan

1. Kerja sama dalam menganalisis teks Artikel.

2. Tanggung jawab dalam penyelesaian tugas membuat teks artikel

1. Menganalisis kaidah kebahasan teks artikel.

2. Menentukan struktur yang terdapat pada teks artikel.

1. Membuat teks artikel dengan memerhatikan kaidah penulisan, dan siap dikirimkan pada majalah atau Koran-koran yang sesuai dengan kepenulisan tsb

2. Mendemonstrasikan teks artikel dengan memerhatikan kaidah penulisan dan memperbaikinya secara bersama-sama apakah artikel tsb layak untuk diterbitkan atau tidak.

Penilaian Hasil Pembelajaran

1. Teknik Penilaian (terlampir)

a. Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap



Keterangan :

• BS : Bekerja Sama

• JJ : Jujur

• TJ : Tanggun Jawab

• DS : Disiplin

Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik

75 = Baik

50 = Cukup

25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400

3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C)

00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri


Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :  


Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...
Pengamat : ...

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan  
    yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,0
4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C)

00,00 – 25,00 = Kurang (K)

- Penilaian Jurnal (Lihat lampiran)

b. Pengetahuan

- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)

- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan

Praktek Monolog atau Dialog

Penilaian Aspek Percakapan



- Penugasan (Lihat Lampiran)

Tugas Rumah

a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik

b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas 
    rumah dengan baik

c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan 
    penilaian.

c. Keterampilan

- Penilaian Unjuk Kerja



Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

Kriteria penilaian (skor)

100 = Sangat Baik

75 = Baik

50 = Kurang Baik

25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi





Keterangan :

100 = Sangat Baik


50 = Kurang Baik

- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran)

- Penilaian Produk (Lihat Lampiran)

- Penilaian Portofolio

Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll


Instrumen Penilain



Ternyata pembelajaran ini sangat penting dan berguna, bukan hanya bagi guru dan murid, tetapi juga bagi komunitas sekolah. Pembelajaran sosial dan emosional merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif bagi seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi sebenarnya memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.

PSE berbasis kesadaran penuh (Mindfulness sosial emotional learning) dan Well Being merupakan latihan kesadaran penuh dalam kondisi nyaman, sehat, dan bahagia. Dalam PSE melahirkan 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yaitu; Kesadaran diri, Pengelolaan diri, Kesadaran sosial, Keterampilan relasi, dan Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab.

Hal baik yang diperoleh dalam penerapan strategi Pembelajaran Sosial Emosional berbasis kesadaran penuh dan kondisi nyaman sehat dan bahagia (mindfulness and well being) di kelas sangat menarik dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga.

Tidak mudah dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional ini, terkadang saya juga terpancing emosi karena tingkah laku siswa yang beraneka ragam dan banyak pertanyaan. Namun setelah mempelajari PSE ini, saya mencoba mempraktikkan latihan dengan berkesadaran penuh (mindfulness) yaitu STOP (Stop- Berhenti, Take e deep breathe- Tarik napas dalam, Observe- Amati, Proceed- Lanjutkan). Alhamdulillah sangat dahsyat, bisa meredam emosi negatif. Untung sekali adanya Pembelajaran sosial Emosional Berkesadaran penuh dan Well being ini, luar biasa.

Feelings (Perasaan): Apa yang Bapak/Ibu rasakan sehubungan dengan proses yang Anda alami?

Setelah mempelajari modul demi modul dan melakukan aksi nyata, saya lebih semangat dalam mengajar dan banyak ide yang bermunculan untuk perkembangan siswa. Materi demi materi saya pelajari ulang agar pembelajaran berfiferensiasi dan PSE ini maksimal saya lakukan, dan Alhamdulillah, ketika saya sering melakukan pembelejaran ini, tidak sulit untuk menyampaikan materi-materi berikutnya karena kita punya cara yang berbeda untuk setiap anak.


 
Meskipun lelah dan capek namun saya sangat senang melakukannya, terlebih ketika melihat wajah sumringah pada peserta didik saya yang biasanya mereka bosan dengan pelajaran saya namun kali ini pelajaran itu ditunggu karena mereka penasaran akan belajar apa berikutnya.

Waktu di kelas berkisar 3 x 40 menit dalam satu pertemuan, bukan hal yang mengenakkan bagi saya, untuk itu lah saya perlu banyak cara agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Saya melakukan pencairan suasana atau ice breaking dan pengelolaan kelas yang lebih menarik. Hasilnya saya lebih bersemangat karena anak juga bersemangat dalam belajar, semoga dengan PSE ini saya dapat mengajak bapak/ibu guru yang lain agar menerapkan ilmu PSE berkesadaran penuh dan well being dengan menuai hasil yang menggembirakan.

Findings (Pembelajaran): Apa hal yang bermanfaat dari proses tersebut? Apa umpan balik yang Anda dapatkan?

Hal yang bermanfaat bagi saya adalah pelajaran yang berharga bagi diri saya, Alhamdulillah dapat mengendalikan emosi (kesadaran diri), saya lebih memahami kekuatan dan kelemahan diri saya, harus banyak belajar dan membangun kepercayaan diri, mampu mengelola marah, benci, jengkel, pada murid saya dengan tingkahnya yang bermacam-macam (manajemen diri).

Saya sudah paham tentang adanya perbedaan di antara murid-murid saya dan rasa cinta kasih itu perlahan muncul dengan sendirinya dan hal ini tidak mudah bagi saya. Saya berhasil mencintai mereka dengan keunikannya masing-masing (kesadaran sosial).



Saya telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan hasilnya memuaskan. Murid-murid saya mampu belajar dengan baik dan mereka juga menyalurkan minat dan bakatnya dalam bidang mereka masing-masing berupa: membuat video, membuat tulisan dalam blog, membuat drama, pantun, bernyanyi, menari, dll.

Umpan balik yang saya dapatkan adalah mereka sekarang merasakan bahwa pelajaran saya itu menyenangkan dan selalu ada hal-hal baru yang membuat penasaran. Saya bersyukur sekali dengan adanya pendidikan guru penggerak ini. Mudah-mudahan saya dapat memahami dan menyelesaikan modul-modul berikutnya.

Saya pernah mendapati murid beradu mulut mengeluarka kata-kata yang tidak pantas di dengar, lalu saya meminta mereka menemui saya saat jam pulang sekolah.

Future (Penerapan): Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan agar ini berdampak lebih luas?

Dalam menerapkan pembelajaran Sosial Emosional (PSE) ini menggunakan tiga teknik, yaitu: Rutin, Terintegrasi dalam mata pelajaran, dan Protokol. Penerapan PSE secara rutin di sekolah dimasukkan dalam jadwal rutin yang dilakukan di sekolah, seperti apa yang telah dicapai murid selama pembelajaran berlangsung.

Penerapan PSE secara terintegrasi dengan mata pelajaran dihubungkan dengan penyelesaiaan kasus-kasus yang dialami oleh murid di kelas, di rumah atau di lingkungan sekitarnya. Sedangkan untuk penerapan PSE dalam lingkup protokol dapat diimplementasikan dalam bentuk tata tertib sekolah.

Yang ingin saya perbaiki adalah saya lebih mendalami potensi diri saya dalam hal pembelajaran sehingga literasi digital dan metode-metode pembelajaran yang lain dapat saya terapkan di kelas. Selain itu saya akan berkomunikasi dengan warga sekolah untuk melakukan hal yang sama agar mereka paham bahwa anak didik itu adalah generasi yang wajib dibina dan dibimbing agar terwujudnya profil pelajar pancasila dan cita-cita pendidikan Indonesia.



Penutup

Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis Kesadaran Penuh (MindfulnessBased Social Emotional Learning) dan Well Being adalah pembelajaran yang dilaksanakan secaara kolaboratif di sekolah dengan kesadaran penuh dalam kondisi sehat nyaman dan bahagia. Mindfulness and well being dapat dicapai dengan menerapkan latihan pernapasan STOP. PSE terdiri dari 5 KSE yakni, kesadaran diri,manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab. Menggunakan 3 teknik penerapan yaitu, rutin, terintegrasi dengan mata pelajaran, dan protocol.

Referensi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Model Refleksi Dwimingguan Calon Guru Penggerak - Pendidikan Guru Penggerak, November 2022.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Paket Modul 2 Modul 2.2

Pembelajaran Sosial dan Emosional. Pendidikan Guru Penggerak, Angkatan ke-6 tahun 2022.



























Tuesday, 8 November 2022

Guru Merdeka Sudah Pasti GILA

Merdeka dalam bahasa Melayu dan Indonesia berarti bebas atau tidak bergantung/independen. Hal ini selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.



Wujud kekuatan itu berupa kekuatan lahir dan batin. Seperti halnya tubuh manusia yang harus terpenuhi lahir dan batinnya, merdeka juga di dasarkan pada merdeka lahir dan merdeka batin. Merdeka lahir itu adalah pengajaran sedangkan merdeka batin adalah pendidikan. Pengajaran bagian dari proses pendidikan dalam hal memberi ilmu yang nantinya memberikan kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan pendidikan itu sendiri memberikan tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakatmya, artinya setiap manusia wajib mendapatkan pendidikan dibekali dengan persiapan serta persediaan untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Itulah sebabnya mengapa pendidikan berpihak pada anak karena keberhasilan pendidikan di Indonesia tergantung pada kemerdekaan belajar, dari merdeka belajar nantinya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ada tiga kurikulum yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud Ristek yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan atau disebut Kurikulum Darurat dan Kurikulum Prototipe yang kemudian berganti nama menjadi Kurikulum Merdeka. Sekolah diberikan keleluasaan untuk mengadopsi satu diantara ke 3 kurikulum pada tahun 2022.

Beberapa sekolah di Kab, Kepulauan Meranti Riau telah menerapkan Kurikulum Merdeka termasuk Sekolah Menengah Kejuruan Kasih Maitreya tempat dimana saya mengajar. Sekolah menerapkan IKM pada tahun ini dan sebagai permulaan penerapannya dilaksanakan pada kelas X AK dan TKJ.

Sebagai seorang guru yang siap dengan segala perubahan saya harus mampu menyesuaikan diri sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman karena pada dasarnya menjadi seorang pendidik tidak sulit, tetapi menjadi seorang pendidik luar biasa itu tidak mudah. Ada banyak cara yang harus saya lakukan selain mengupgrade diri dan memahami kurikulum merdeka, diantaranya saya mengikuti diklat pendidikan guru penggerak selama 6 bulan. Karena salah satu tujuan keberhasilan pendidikan Indonesia sebahagian besar ada di tangan guru-guru hebat yaitu guru penggerak.

Guru Penggerak merupakan guru-guru terbaik bangsa yang merasa terpanggil untuk mendorong perubahan pendidikan negeri ini ke arah yang lebih baik. Kehadiran Guru Penggerak diharapkan menjadi pemimpin - pemimpin pendidikan di masa depan yang mampu menelurkan embrio generasi unggul Indonesia.

Pada hakikatnya Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif. Perannya juga ikut serta mendorong tenaga pendidik lainnya agar menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Terkait kurikulum merdeka dan guru penggerak, saya benar-benar menjadi seorang guru yang GILA 
( gigih, inovatif, learn dan accept). Saya tergerak untuk GILA terhadap perubahan baik dari dalam diri saya. Saya bergerak untuk GILA melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dan mudah-mudahan saya menggerakkan untuk GILA terhadap orang lain terutama warga sekolah agar sama-sama GILA demi perubahan yang lebih baik.

Gigih

Guru yang gigih adalah guru yang tak kenal lelah, tetap semangat dan siap dengan segala rintangan. Semangat merupakan tantangan terbesar bagi saya, sebab perjalanan dari rumah menuju sekolah sekitar 45 sampai 50 menit dengan jalan yang penuh lubang dan aspal yang tidak karuan. Terlebih jika hujan turun saya harus melewati jalan alternatif yang licin dan sempit sebab jalan yang biasa saya lewati banjir tergenang air hujan.

Berada diantara pohonan getah saat hujan turun sangat menguji adrenalin saya sebab tidak ada rumah penduduk di sekitarnya. Waktu itu saya pernah terjebak diantara pohon getah yang jatuh dan tidak bisa melewatinya, jaringan hilang sehingga tidak bisa memberi kabar ke sekolah maupun keluarga dirumah. Saya sangat takut sekali waktu itu, terlebih jika hujan turun binatang dan hewan liar berkeliaran karena kemungkinan mereka kelaparan saat hujan turun. Rasa ketakutan saya semakin besar. Saya hanya pasrah dan berdoa waktu itu menunggu orang lain melewati jalan yang sama. Sembari berdoa saya membayangkan wajah murid-murid saya yang penuh keceriaan hingga akhirnya ketakutan itu hilang hingga akhirnya ada orang yang melewati jalan itu. Saya tetap melanjutkan perjalanan ke sekolah meskipun terlambat.

Inovatif

Guru yang inovatif adalah guru yang mau berubah mengikuti perkembangan zaman. Hal ini juga saya lakukan demi perkembangan murid-murid saya sehingga pembelajaran tidak monoton dan tentu saja menyenangkan. Saya biasanya memulai ice breaking dengan nyanyian, tepuk tangan, tebak kata, pantun, dll.

Dalam pembelajaran saya juga memanfaatkan gawai sehingga peserta didik dapat memanfaatkan tekhnologi berbasis IT. Salah satu contoh yang saya lakukan adalah pembelajaran dengan memanfaatkan blog. Karena saya tahu bahwa murid-murid saya ada yang tidak suka menulis namun suka gambar, ada yang suka buat video dengan gambar-gambar serta ada yang suka menulis sama seperti saya, hehehehe.

Dengan blog mereka dapat menyalurkan minat dan bakat mereka, meskipun blog pada umumnya media tulisan, namun blog juga dapat dimanfaatkan dengan video serta gambar-gambar yang menarik.

Learn

Guru yang merdeka ibarat gelas kosong yang perlu diisi dan terus diisi air. Ia merasa bahwa gelas itu tak akan pernah penuh karena masih perlu belajar dan terus belajar. Menggali potensi dan mengupgrade diri demi kemajuan dirinya. Guru juga wajib melakukan personal branding agar ia memiliki kekuatan untuk itu. Karena selain mengajar guru wajib memiliki kompetensi lain yang mendukung profesinya itu.

Selain mengajar saya memutuskan untuk menjadi penulis sebab hal ini sangat mendukung profesi saya sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain mengajar, kemerdekaan yang saya rasakan adalah saya bebas menuliskan hal-hal apa pun yang saya sukai dalam sebuah buku serta berbagai praktik baik dalam mengajar. Kurikulum merdeka dan pendidikan guru penggerak ini menjadikan saya pribadi yang terus maju dan terus belajar demi masa depan anak bangsa menuju generasi emas.

Accept

Guru yang bijak adalah guru yang siap menerima segala kritikan demi kemajuan yang ada pada dirinya. Menerima masukan dari orang lain sangat membatu perkembangan skill dan pengetahuan guru itu sendiri terlebih kritikan yang sifatnya membangun. Bukan berarti kritik dan saran yang tidak membangun justru membuat guru itu lemah namun karena itu jugalah menjadikan guru itu menjadi pribadi yang lebih kuat lagi dan siap dengan segala perubahan baru yang terjadi pada dirinya.

Berani memutuskan dan mengambil sikap demi tujuan pendidikan yang among dan berdasarkan pada trilogi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara; Ing Ngarso sung Tulodho (di depan menjadi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun motivasi), tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan) harus dimiliki oleh setiap tenaga pendidik guna menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti, cerdas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era teknologi informasi ini. Dengan demikian, trilogi pendidikan tersebut hingga sekarang ini masih relevan dengan pendidikan di Indonesia.

Seperti itulah kiranya intuisi yang saya rasakan selama mengajar dengan penerapan Kurikulum Merdeka, semoga paparan “Guru Merdeka Sudah Pasti GILA” memberikan manfaat bagi para pembaca dan para guru se Indonesia terutama guru-guru di Sekolah Kasih Maitreya yang memiliki jiwa Antusias, Ramah dan Kasih serta tetap Bahagia, Gembira, Sukacita.

Saya akhiri dengan sebuah puisi yang saya persembahkan khusus untuk para guru hebat yang ada di Sekolah Kasih Maitreya.

GURUKU GILA

Karya : Maya fasindah, M.Pd.

Yah...sebutan itu memang pantas untukmu guruku....Gila

Kau gila karena sibuk memikirkan karakter kami

Kau gila karena memang terkadang tak perduli pada dirimu

Kau gila karena sibuk mencari, memperbaiki, dan menemukan bahan ajar yang menyenangkan

Yah....kau memang gila guruku

Kecintaanmu pada siswa tak menyurutkan langkahmu meskipun melewati titian “candu” kami pada canggihnya dunia

Kecintaanmu pada pendidikan tak menggetarkan jiwamu dan fikiranmu terus berputar demi mengubah karakter kami menjadi lebih baik

Kau gila.....gila....gila....guruku

Gila “ Gigih Inovatif Learn dan Accept.”

Kau begitu gigih memperjuangkan kami demi warna warni kehidupan

Kau sangat inovatif mencari, menggali, bahkan memanfaatkan bahan ajar demi tajamnya hunusan pedang kehidupan

Kau terus belajar, belajar dan belajar hingga akhir hayatmu demi masa depan kami yang gemilang

Kau selalu menerima dan terus menerima ribuan pertanyaan dari kami yang seperti kertas putih hingga banyak torehan tinta didalamnya

Guruku kau memang gila

Karena itu kau butuh obat yah....obat

Orang – orang hebat nantinya akan tercipta karena kegilaanmu yaitu kami...

Anak didikmu yang akan membuatmu bangga dan menegakkan wajah di mata dunia



JAYALAH NEGERIKU, BANGKITLAH INDONESIAKU

PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT

TERGERAK, BERGERAK, MENGGERAKKAN

SEMANGAT MENYAMBUT HARI GURU NASIONAL TAHUN 2022

SALAM SATU KELUARGA

SALAM SEKOLAH SATU KELUARGA

@Sekolah Kasih Maitreya Selatpanjang

@SMK Kasih Maitreya

#HGN2022SKM















Sunday, 30 October 2022

Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi, Interaktif dan Menyenangkan Melalui Blog Sebagai Pemanfaatan Literasi Digital Dengan Jargon Yuk Beli Sempolet (Yuk Belajar Interaktif, Sempurnakan Lewat Tulisan) di SMKS Kasih Maitreya Selatpanjang. Kab. Kep. Meranti Riau


Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berakar pada pemenuhan kebutuhan murid baik dari segi kesiapan belajar, minat, atau profil belajarnya dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut. Menurut Tomlinson (2000) juga dikatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha menyesuaikan pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa diferensiasi tidak berarti bahwa guru harus dapat memenuhi kebutuhan semua individu setiap saat dan setiap waktu.


Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan dampak bagi sekolah, kelas, terutama murid. Setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semua murid bisa kita beri perlakuan yang sama. Jika kita tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan murid maka hal tersebut dapat menghambat murid untuk bisa maju dan berkembang belajarnya. Dampak dari kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi antara lain; setiap orang merasa disambut dengan baik, murid dengan berbagai karakteristik merasa dihargai, merasa aman, ada harapan bagi pertumbuhan, guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, ada keadilan dalam bentuk nyata, guru dan murid berkolaborasi, kebutuhan belajar murid terfasilitasi dan terlayani dengan baik.

Dari beberapa dampak tersebut diharapkan akan tercapai hasil belajar yang optimal. Salah satu strategi pembelajaran berdiferensiasi adalah diferensiasi produk. Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita berupa karangan, pidato, rekaman, diagram atau sesuatu yang ada wujudnya. Produk yang diberikan meliputi 2 hal yaitu memberikan tantangan dan keragaman atau variasi dan memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Guru diharapkan dapat menggunakan berbagai pendekatan belajar sehingga sebagian besar murid menemukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam proses pelaksanaannya, seperti yang kita tahu bahwa dampak covid-19 sangat berpengaruh bagi dunia pendidikan. Sejak peralihan dari masa covid-19 ke masa new normal sampai akhirnya normal kembali seperti pembelajaran biasanya, tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi guru, karena anak sudah terbiasa dengan gawai mereka.

Guru harus menemukan cara yang terbaik dan relevan terhadap materi yang diberikan juga diajarkan pada peserta didik mengenai media pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu cara yang saya kembangkan adalah dengan memanfaatkan Tekhnologi dimana saya sebagai guru Bahasa Indonesia menggunakan media pembelajaran yaitu Blog.

Blog dan Literasi Digital

Literasi menurut KBBI mempunyai arti: Kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu serta keemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Sedangkan Literasi digital menurut KBBI mempunyai arti kemampuan untuk memahami informasi berbasis komputer/digital. Jadi jelaslah bahwa literasi digital ini merupakan kemampuan individual setiap orang dalam menggunakan teknologi digital, sehingga dapat mengolah informasi yang ada menjadi ilmu yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Blog dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya menumbuhkan literasi digital, mengingat saat ini Provinsi Riau tercatat sepanjang tahun 2021 berada di posisi 33 dari 34 provinsi yang ada. Indeks Literasi Digital untuk Provinsi Riau hanya sebesar 3,35%. Angka ini lebih rendah dibandingkan indeks rata-rata nasional yang mencapai angka 3,49%. Data tersebut berdasarkan data Kementrian Komunikasi dan Informatika (kemkominfo) bekerja sama dengan Kata data Insight Center (KIC) yang merilis data tentang Indeks Literasi Digital Indonesia.

Secara nasional, Riau berada di posisi nomor dua paling bawah, sedangkan di Pulau Sumatera, Provinsi Riau berada di posisi paling bawah. Indeks Literasi Digital Indonesia ini diukur berdasarkan berdasarkan empat indikator, yakni digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Hasil survei ini menunjukkan posisi Riau lemah dalam segala aspek.

Hasil survei dari Kemkominfo diatas dibuktikan dengan fakta-fakta lain terkait literasi digital yang ada di Riau. Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Analisis Kemampuan Literasi Digital Orang Tua Anak Usia Dini di Kecamatan Tampan Kota Pekan Baru Riau” yang dimuat dalam jurnal Lectura Pendidikan milik Universitas Lancang Kuning, disimpulakn bahwa kemampuan literasi digital masyarakat didaerah Tampan, Pekanbaru, masih terbilang rendah yaitu hanya sebesar 31% dari total sampel penelitian yang diambil. Hasil ini cukup memprihatinkan, mengingat posisi Kecamatan Tampan tersebut berada di ibu kota provinsi. Bisa dibayangkan jika penelitian dilakukan di daerah-daerah lainnya yang ada di Riau yang jauh dari akses teknologi dan keramaian.

Hal ini juga berdampak pada Sekolah Kasih Maitreya. Berdasarkan Laporan Rapor Pendidikan tahun 2022, nilai kemampuan literasi masih dibawah kompetensi minimum yaitu berkisar 1, 77%, dengan perbandingan Satuan Pendidikan serupa di Nasional 1,8%, nilai rata-rata kabupaten kota 1,78%, nilai rata-rata provinsi 1,82% dan nilai rata-rata nasional 1,8%.

Ini merupakan tantangan besar bagi para guru, kepala sekolah serta masyarakat sekolah sebagai pemangku kepentingan sekolah, terutama saya sendiri sebagai guru Bahasa Indonesia terlebih sekolah ini adalah sekolah keturunan TiongHoa yang kemampuan berbahasa Indonesianya masih perlu pembiasaan dan bimbingan bagaimana menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kondisi dan situasi saat ini.

Salah satu upaya untuk mengatasi tantangan besar itu adalah dengan cara memulai dari diri sendiri dan mengembangkan komunitas di masyarakat. Mulailah dari diri kita sendiri sebagai guru, kepala sekolah serta pemangku kepentingan sekolah. Adanya komunitas akan lebih menarik minat masyarakat Hal ini belum terlihat di lingkungan sekolah terutama peserta didik. Untuk itulah saya melakukan pengembangan pembelajaran yang berdiferensiasi, interaktif dan menyenangkan melalui Blog sebagai pemanfaatan literasi digital.

Dalam dunia pendidikan Blog merupakan media yang sangat mendukung untuk proses belajar mengajar karena Blog memudahkan guru dalam memberikan tugas terhadap siswa. Bagi siswa Blog dapat membantu siswa untuk menyalurkan kreatifitas menulis, mengasah kemampuan menulis, berbagi pengetahuan, personal branding, sebagai portofolio online, membangun kepercayaan, mempromosikan produk secara online, meningkatkan bisnis, membangun relasi antar penulis, sebagai pendapatan pasif (dari iklan), belajar hal-hal teknis, meningkatkan kemampuan SEO, menambah ilmu dan wawasan, mengekspresikan berbagai ide dan pikiran, menggiring opini, menyampaikan pendapat, dan dapat berpartisipasi di berbagai kontes menulis online.

Selain siswa manfaat Blog juga dirasakan bagi guru karena memudahkan mendapatkan informasi tanpa harus bersusah payah mencari buku, hanya bermodal internet siapapun dapat mencari informasi apapun di dalam blog. Menurut Sujana dkk. [2002:2] beberapa manfaat media pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi.

2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
Metode mengajar akan lebih bervariasi tidak semata-mata komunikasi verbal melalui peraturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga.
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan.
Memudahkan guru dalam proses penilaian dan memantau aktivitas proses pembelajaran peserta didik.

Jargon: Yuk Beli Sempolet (Yuk Belajar Interaktif, Sempurnakan lewat tulisan)

Salah satu pengembangan pembelajaran yang saya kembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan litersi digital adalah Blog interaktif dengan jargon: Yuk Beli Sempolet (Yuk Belajar Interaktif, Sempurnakan Lewat Tulisan) dimana blog ini dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru sebagai media pembelajaran interaktif yang mana guru dan siswa dapat menggunakannya secara fleksibel dan dimana saja.

Blog dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif karena guru dan siswa dapat melakukan interaksi pada kolom komentar yang ada dan saling bertukar informasi melalui link menuju artikel yang sesuai dengan materi yang dibahas. Guru harus memberikan dorongan kepada pserta didik untuk membuat blog sehingga pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran menjadi lebih efektif.

Pemilik blog dapat memposting tulisan atau konten, gambar, maupun video secara online sehingga pengunjung dapat mendownload semua postingan yang masukkan ke blog. Membuat blog sangat gampang, tidak membutuhkan pengetahuan pemrograman yang sulit. Untuk mendaftar di blog, hanya membutuhkan email dan mengikuti beberapa Langkah yang bisa dipelajari dalam waktu yang singkat. Media blog memiliki sifat yang dinamis dan universal sehingga bisa diakses oleh siapa pun, dan di mana pun.

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan blog itu sendiri diantaranya:

1. Masuk ke halaman www.blogger.com pada browser

Pada laman blogger, klik Create Your Blog

2. Pilih sebuah akun gmail. Masukkan password gmail tersebut, pilih next

3. Pilih nama untuk blog Anda. Ketikkan pada kolom judul. Judul ini akan tampilkan pada bagian atas Blog Anda. (maksimal 100 karakter termasuk spasi). Pilih berikutnya

4. Pilih URL untuk blog Anda. Google akan memeriksa ketersediaan alamat.

Ketik pada kolom alamat. Jika alamat tersedia, maka akan tampil keterangan alamat blog ini tersedia. Pilih berikutnya. Ohya, tulisan blogspot.com otomatis mengikuti alamat yang Anda pilih, ya.

5. Akan muncul kotak Konfirmasikan nama tampilan Anda

Bagaimana nama Anda ingin ditampilkan kepada pembaca blog Anda? Ketik nama yang ditampilkan pada kolom. Tersedia 200 karakter dengan spasi. Pilih selesai

Maka permintaan Anda akan diproses.

Blog juga memudahkan bagi guru dalam efisiensi waktu dalam menilai dan mengolah data hingga mengevaluasi hasil proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh peserta didik dalam lembar kerja peserta didik ( LKPD), dan dapat mengoptimalkan seluruh informasi sebagai sumber belajar, refleksi dan juga penilaian dimana peserta didik melakukan pembelajaran interaktif dengan cara saling memberi masukan pada blog-blog yang telah mereka buat.

Harapannya adalah dengan pengembangan pembelajaran melalui blog ini nantinya guru dan siswa menghasilkan banyak karya melalui tulisan bahkan menghasilkan buku-buku pembelajaran dan tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan angka literasi digital di Riau. Semoga dengan memanfaatkan tekhnologi melalui blog ini, setiap guru mata pelajaran lainnya dapat mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing dengan tetap mengembangkan keterampilam literasi teknologi setiap anak sehingga menciptakan generasi emas yang berkualitas dengan sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidangnya.




Referensi :

https://mayafasinda.com/html

https://www.idntimes.com/life/career/nelsi-1/5-cara-agar-menulis-menjadi-kegiatan-yang-menyenangkan.

https://www.rikaariyani.com/2021/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html

https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pembelajaran-berdiferensiasi-dan-penerapannya-di-kelas/

https://nitajuwithafina.com/peran-blogger-pada-literasi-digital-di-indonesia/

Saturday, 24 September 2022

Lumpuhkan Social Engineering: Jadilah Nasabah Bijak, Ketika Kebajikan Nasabah disalah Gunakan


Nasabah adalah orang yang menabung atau memercayakan uangnya pada suatu perusahaan atau bank. Nasabah yang baik adalah nasabah yang selalu menyisihkan uangnya demi perencanan hidupnya di masa yang akan datang. Penjelasan Singkat Tentang Nasabah Mengutip penjelasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nasabah adalah perseorangan atau badan yang menggunakan atau menerima fasilitas bank, baik dalam bentuk produk maupun jasa.
 

 Penyuluh Digital BRI. Foto, dok, BRI

Banyak manfaat yang dirasakan ketika memutuskan untuk menjadi nasabah di salah satu bank, diantaranya dapat menikmati layanan perbankan yang dalam istilah perbankan itu sendiri disebut investasi. Nominal investasi itu sendiri tentunya beragam, mulai dari kelipatan sepuluh, seratus, seribu bahkan lebih.
 
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mencatat setidaknya ada pertumbuhan nasabah dengan melihat indeks penggunaan akun/rekening di Indonesia pada 2020 sebesar 81,4%. Hal ini lah yang banyak dimanfaatkan para social engineering atau soceng demi meraup keuntungan pribadi. Mereka dengan lihai memainkan peran sehingga korban dengan sukarela menyerahkan sejumlah uang yang diminta.
 
Mengenal Soceng dengan Bijak
Soceng atau social engineering adalah pelaku kejahatan yang sangat paham mengenai literasi digital dan literasi keuangan. Ia mampu memanfaatkan kondisi psikologis seseorang, hingga interaksi benar-benar berjalan dua arah artinya ia berhasil memengaruhi korban dengan keterampilannya berkomunikasi.
 
Jika korban tidak percaya dengan kata-katanya, maka soceng pun semakin mengupgrade tekniknya agar bisa merambah ke ranah yang ia iginkan. Meretas akun sosmed, berdalih pangsa pasar dengan berbagai foto, penjelasan rinci, sejuta skenario sempurna bahkan mengetahui bahasa dan keadaan yang dialami korban, nyaris sempurna.
 
Soceng bahkan melebihi dokter spesialis demi meraup keuntangan milyaran hingga tanpa sadar korban pun percaya dengan memberikan informasi/data/akses dan akhirnya rekening pun berpindah tangan, amazing! Inilah yang dinamakan interaksi dua arah, ada aksi yang dilakukan kedua belah pihak baik melalui telepon, email, cahting dan media sosial lainnya.
 
Lindungi Diri dengan melumpuhkan Soceng
Banyak jalan menuju waspada dan keselamatan. Kita bisa memulainya dengan memahami dunia medsos dan digitalisasi. Jangan mudah percaya ketika mereka mengatakan ada transaksi yang mencurigakan di rekening kita, ada notifikasi dari salah satu sahabat bahkan keluarga yang ujung-ujungnya memaksa untuk melakukan transaksi, bahkan keadaan sangat sulit yang dijadikan tameng sehingga dengan kondisi terdesak kita telah melakukan transaksi. Inilah yang harus kita hindarkan, bersikap bijak akan kebajikan kita.
 
Kasus lain dapat kita lihat saat ada info perubahan tarif transfer bank, tawaran menjadi nasabah prioritas, akunlayanan konsumen palsu, serta tawaran menjadi agen laku pandai. Inilah modus soceng itu. Pelaku akan berpura-pura menjadi pegawai bank hingga korban mengisi tautan yang diminta mulai dari data pribadi sampai password bahkan OTP.
 
Membujuk, merayu, berpura-pura menawarkan bantuan, dll hingga pelaku percaya dan akhirnya memberikan data-data rahasia. Dengan mengetahui modus-modus seperti ini, kebajikan nasabah pun tidak akan disalah gunakan karena nasabah sudah tahuu dan waspada dengan cara memblokirnya. Jadilah nasabah yang bijak dengan kebajikan nasabah yang cerdas.
 
#Nasabah bijak dengan Kebajikan Nasabah melalui Penyuluh Digital Bersama BRI
Jadilah penyuluh digital dengan cara kita. Kejahatan siber hanya bisa diretas bila kita mau berbagi informasi, mau berbagi kebajikan dan pengalaman. Bersama kita bisa!
 
Yang belum tahu mencari tahu, yang sudah tahu memberi tahu. Jadilah masyarakat yang melek digital sehingga kesiapan masyarakat benar-benar matang dengan adanya penyuluh digital. Lakukan peran serta aksi nyata pada masyarakat hingga dipastikan masyarakat memiliki informasi akurat sebagai edukasi yang berkualitas.
 
Penyuluh digital memiliki 3 tugas yang disampaikan oleh Direktur Utama BRI, Sunarso akhir Mei 2022 lalu. Ketiga tugas itu antara lain:

Pertama, mengajak atau mengajari masyarakat agar lebih digital savvy. Misalnya bisa membuka rekening secara digital.

Kedua, mengajari masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital.

Ketiga, mensosialisasikan dan mengajari masyarakat untuk mengamankan rekeningnya dari kejahatan-kejahatan digital. - dikutip dari bumn.go.id

Terkait 3 tugas diatas, kita sebagai nasabah yang bijak diharapkan mampu menjadi penyuluh digital bersama gerakan #Nasabahbijak. Gerakan #NasabahBijak merupakan sebuah wadah komunitas yang bertujuan untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia mengenai bagaimana mengelola uang, melunasi hutang, suku bunga, asuransi, tabungan pensiun, pajak, serta produk keuangan seperti kredit dan pinjaman, serta memberikan edukasi tentang bermacam kejahatan siber di sektor perbankan dan bagaimana mencegahnya.

Melalui kompetisi blog ini #NasabahBijak bekerjasama dengan BRI mengajak teman-teman blogger bergandengan tangan terkait literasi keuangan sehingga nasabah semakin bijak dengan kebajikannya mengelola informasi, mengelola emosi serta berpikir cerdas bagaimana cara mencegah soceng.





Referensi

Instagram @nasabahbijak

Twitter @ojkindonesia

https://www.imperva.com/learn/application-security/social-engineering-attack/

https://www.nasabahbijak.id/

https://www.novarty.com/2022/09/menjadi-nasabah-bijak.html






Tuesday, 13 September 2022

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Pendidikan Guru Penggerak Modul 1.1

Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.


Program guru penggerak merupakan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pengembangan diri yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta secara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidikan lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila.

Menjadi seorang pendidik tidak sulit, tetapi menjadi seorang pendidik luar biasa itu tidak mudah terlebih menjadi seorang guru yang GILA. Karena itulah jurnal refleksi dwi mingguan ini secara khusus dibuat untuk guru yang luar biasa. Tergerak, bergerak dan menggerak kan. Ini lah moto seorang guru penggerak yang nantinya mampu mengubah warna, jati diri, bahkan mengubah dunia pendidikan menjadi lebih menyenangkan. Menciptakan generasi emas, menghadirkan pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab atas tugas kepemimpinannya karena hal ini dilatih khusus selama 6 bulan.

Di dalam pelaksanaan tugas jurnal refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan model 4F, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. Beliau adalah ahli pendidik dan fasilitator. Model yang dikenalkan oleh beliau adalah sebagai berikut:

1. Facts (Peristiwa) : Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat aksi nyata ke dalam kelas ? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.

3. Findings (Pembelajaran) : Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini ? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

4. Future (Penerapan) : Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan ? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :

1. Facts (Peristiwa)

Puji syukur saya ucapkan Kehadirat Allah SWT karena atas ijin-Nya dinyatakan lolos untuk mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6. Pada hari Rabu pukul 11.00 WIB tepatnya tanggal 24 Agustus 2022 CGP Angkatan 6 resmi dibuka oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim,B.A.,M.B.A. dan Dirjen GTK melalui zoom yang diikuti CGP Angkatan 6 se Indonesia.

Pembukaan juga diisi oleh Bapak Reisky Bestary sebagai Kepala Balai Guru Penggerak. Beliau menyampaikan bahwa selama mengikuti diklat guru penggerak diharap para CGP jangan sampai berhenti di tengah jalan karena Bapak/Ibu adalah guru-guru pilihan. Jangan dijadikan alasan karena kendala-kendala yang dapat menghambat proses belajar.

Setelah mengikuti serangkaian acara Zoom, saya dan seluruh CGP Angkatan 6 wajib mengikuti kegiatan-kegiatan serta pelatihan-pelatihan yang ada di LMS mulai dari mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan Eksplorasi Konsep di forum diskusi yang dipimpin oleh fasilitator. Kemudian ada ruang kolaborasi, di mana setiap CGP berkolaborasi bersama kelompoknya masing-masing.

Pada tanggal 3 September 2022 diadakan lokakarya orientasi melalui Zoom dari pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB. Dalam kegiatan ini diundang juga pengawas dan Kepala sekolah tempat CGP mengajar. Dengan diikutsertakannya Kepala Sekolah dalam lokakarya tersebut alangkah bahagianya hati saya karena Beliau mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perjalanan Pendidikan Guru Penggerak sehingga diharapkan dapat memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi kepada saya sehingga saya dapat melaksanakan Pendidikan Guru Penggerak ini dengan baik. Pada kenyataannya kegiatan lokakarya orientasi lebih banyak berinteraksi dengan Pengajar Praktik dan teman-teman sekelompok yang terdiri dari 3-4 CGP.

Dalam Zoom ini kami benar-benar fokus menggali dan memperluas wawasan kami tentang mengenali siapa saya, apa yang belum dan sudah ada pada diri saya serta mengerjakan 5 LK dan mendiskusikannya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan bimbingan Ibu Tri Sofia Yanreta selaku Pengajar Praktik saya merasa lokakarya orientasi ini menjadi sangat menyenangkan sehingga waktu yang cukup lama tersebut menjadi tidak terasa. Kegiatan dimulai dengan membuat kesepakatan kelas, kemudian mempresentasikan harapan menjadi CGP melalui modle. Beliau juga meminta kami membuat google site sebagai wadah guru penggerak yang nantinya siap berbagi praktik baik bagi guru-guru yang lain.

Kurang lebih selama dua minggu, kami belajar mandiri melalui LSM yang dirancang dengan sangat "friendly user", sehingga para CGP tidak susah untuk mengeksplore fitur-fitur yang ada di dalam LMS itu sendiri. Kegiatan demi kegiatan dilaksanakan hingga kami diharuskan membuat karya berupa demonstrasi konstektual.

Pada hari Jumat, tanggal 8 September 2022, diadakan kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur Bapak Zulkifli melalui G-meet. Instruktur memberikan asupan ilmu tentang pemahaman yang sangat mendalam mengenai konsep Filosofi KHD dan penerapannya pada konteks lokal sosial budaya yang dikaitkan dengan daerah kami Kab. Kep. Meranti Riau.

Kegiatan ini terbagi dalam 4 kelompok dan saya masuk dalam kelompok 4 bersama Ibu Vina dan Bapak Khairudin. Senang rasanya bisa bertemu dengan bapak dan ibu hebat meskipun hanya dalam Virtual dan kami pun saling menunjukkan kreasi dalam berpantun. Kelompok kami mempresentasikan materi pantun sebagai penguatan yang dapat mengubah karakter siswa melalui pantun.

Belajar, belajar dan terus belajar sehingga kami ditugaskan untuk membuat modul itu dalam bentuk grafik, infografis, blogspot, video, dll berupa modul koneksi antar materi, kesimpulan dan refleksi pemikiran Ki Hajar dewantara. Dan saya memilih membuat video

2. Feeling (Perasaan)

Selama kurang lebih dua minggu saya menjadi CGP, banyak sekali hal yang saya rasakan. Haru, senang, galau, bahagia, semua bercampur baur dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Keseluruhan perasaan tersebut saya ibaratkan juga dengan apa yang dialami oleh murid-murid saya.

Banyak ilmu yang saya dapatkan selama menjalani proses ini, bagaimana menjadi guru yang seharusnya, bagaimana memerdekakan anak, upaya apa yang harus dilakukan, dll. Keseluruhan rangkaian yang ada di dalam LMS membuat saya merasakan bahwa apa yang saya miliki tentang Pendidikan sangat jauh dari yang diharapkan dengan tujuan Ki Hajar Dewantara.

Betapa hebatnya sososk Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa kita harus memanusiakan manusia, sehingga murid dapat mencapai kodrat alam, namun juga tetap selalu membuka mata untuk setiap hal positif di luaran sana (kodrat zaman) sehingga anak didik kita dapat merasakan kebahagiaan dan keselamatan sejati.

3. Findings (Pembelajaran)

Dari pembelajaran ini saya menemukan hal-hal yang kurang saya pahami sebelumnya yaitu tentang filosofis Ki Hajar Dewantara. Saya mendapat ilmu-ilmu baru yang sangat saya perlukan untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik. Melalaui 6 Dasar pemikiran ki hajar Dewantara saya merasa mendapat bekal yang tidak ternilai harganya.

Sebagai seorang pendidik saya harus menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat dengan mengacu pada trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani.

Saya menyadari bahwa anak memiliki kodrat merdeka, merdeka batin adalah pendidikan sedangkan merdeka lahir adalah pengajaran. Dua hal yang saling bergantug satu sama lain. Oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan minat, bakat , dan kreatifitasnya sebab manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.

Sebagai pendidik saya harus senantiasa menghamba kepada anak atau dengan kata lain berpihak pada mereka. Saya juga harus memandang murid bukanlah kertas yang bisa digambar sesuai kemauan saya, karena mereka lahir dengan kodrat yang samar. Tugas kita adalah menebalkan garis-garis samar itu agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Menerapkan budi pekerti yang luhur merupakan keharusan yang tidak terbantahkan dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri , bernalar kritis dan kreatif.

Seorang pendidik diibaratkan seorang petani yang akan menghasilkan tanaman-tanaman berkualitas. Untuk itu, petani harus memulai dari penggarapan tanah, menanam benih, merawat dan memberi pupuk, memantau, membuang hama-hama yang dapat merusak tanaman sehingga menghasilkan tanaman yang bermanfaat bagi manusia.

4. Future (Penerapan)

Saya akan melakukan hal terbaik dalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik. Banyak hal yang akan saya benahi, karena saya sadar selama ini yang saya lakukan jauh dari kata sempurna jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara . Pembelajaran yang berpusat pada guru harus segera diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada murid, agar tercipta interaktif yang menyenangkandidalam kelas. Memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menggali potensi yang dimilikinya harus terjadi dalam proses pembelajaran agar mereka menemukan jati dirinya sehingga menjadi manusia seutuhnya.

Mengarahkan bukan lagi hal yang perlu dipertahankan tetapi kita harus merubahnya dengan menuntun peserta didik agar kodrat alam yang dimilikinya sejak lahir bisa berkembang kearah yang lebih baik dan kodrat zaman dimana mereka hidup saat ini bisa mereka dapatkan sehingga akan mempermudah mereka dalam mengatasi persoalan hidupnya dimasa kini ataupun masa mendatang.

Sekian paparan saya dalam refleksi Dwimingguan Pendidikan Calon Guru Penggerak.

Saya akhiri dengan pantun:

Cina gemuk membuka kedai

Menjual ember dengan pasu

Tergerak, bergerak, menggerakkan moto yang sangat bernilai

Semangat belajar haruslah maju

Ayam enak jika dibakar

Namun lebih mantap dijadikan pepesan

Guru jangan hanya pandai mengajar

Namun harus jadi teladan





Semoga bermanfaat.

Salam Guru Penggerak!

Guru Bergerak Indonesia Maju!

Wassalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh.









































Wednesday, 31 August 2022

Refleksi Kritis Tentang Pemikiran KHD (Ki Hajar Dewantara)

Refleksi ini saya awali dengan sebuah lagu sesuai dengan pembelajaran yang saya lakukan sehari-hari agar kegiatan belajar mengajar lebih bersemangat. Nada lagu ini serupa dengan “Lagu Halo-halo Bandung”. Liriknya sebagai berikut.

Ayo … ayo belajar

Belajar dengan giat

Ayo .. ayo belajar

Mengupgrade diri penting

Jangan putus asa dengan sgala keterbatasan

Mari mencerdaskan anak bangsa

Dengan smangat juang tingggi 




Berikut ini adalah hasil refleksi saya: 

1. Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai Pendidikan dan Pengajaran.

Konsep pemikiran KHD (Ki Hajar Dewantara) tentang pendidikan yang dapat saya ambil adalah “Pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya.” Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Untuk itulah kita sebagai guru berhak memberikan kebebasan belajar pada anak dalam artian mereka mampu bertanggungjawab atas sesuatu hal yang dirasa itu adalah bagian dari kepentingan mereka sehingga nantinya mereka benar-benar siap menjalani kehidupan yang sebenarnya baik itu sebagai anggota masyarakat maupun sebagai manusia kodrati berakhlak mulia. 

2. Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah saya secara khusus yaitu:

Tujuan pendidikan Ki Hadjar dewantara yaitu untuk membangun peserta didik menjadi manusia beriman dan bertaqwa, merdeka lahir batin, budi pekerti yang luhur, cerdas dan berketerampilan, sehat jasmani dan rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya dan mengharamkan hukuman disiplin dengan paksaan atau kekerasan karena itu akan menghilangkan jiwa merdeka anak.

Demikian juga, dalam pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter tentu melalui proses yang amat panjang dan harus berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Ada beberapa point penting yang relevan dengan pemikiran KHD dalam konteks pendidikan saat ini   

Pertama, menciptakan generasi emas yang beriman dan bertakwa.

Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya berubah dari masa ke masa, mulai dari generasi X,Y dan Z hingga masa menuju generasi emas tahun 2045. Namun kita sama-sama memahami bagaimana karakter dan etika moral saat ini yang banyak terkontaminasi karena perubahan zaman itu sendiri. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mengajak dan terus menerus memberikan ilmu mengenai keimanan dan ketakwaan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan perwujudan manusia yang berakhlak mulia.

Ki Hadjar Dewantara sendiri merupakan sosok pemimpin yang religius karena Ki Hadjar Dewantara sejak kecil hidup dilingkungan keluarga yang religius terutama sang ayah. Ki Hadjar Dewantara juga merupakan keturunan dari Sunan Kalijaga dan beliau juga sempat mendapatkan pendidikan agama dari pesantren Kalasan di bawah asuhan K.H. Abdurrahman, sehingga beliau tidak mungkin meninggalkan nilai-nilai keimanan dan Ketaqwaan dalam sistem pendidikannya. Dimana fungsi dan tujuan yang paling mendasar dalam pendidikan Ki Hadjar Dewantara yaitu untuk membangun anak didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa. Selain itu, salah satu fatwa pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara yaitu tetep antep dan mantep yaitu sebuah fatwa yang disampaikannya untuk mempertebal keimanan anak dididik dengan tujuan memiliki keimanan yang kokoh tetap pada pendirian dan kuat keimanannya.

Untuk itulah manusia yang yakin dengan Allah akan berusaha terus menjadikan dirinya menjadi pribadi yang berakhlak dan banyak berbuat kebaikan supaya menjadi bagian dari manusia yang dicintai Allah serta memiliki rasa malu dan takut kepada Allah itulah yang menjadi pondasi dasar dari keimanan dan ketakwaan manusia.

Kedua, memberikan pengajaran budi pekerti.

Budi pekerti bagi Ki Hadjar Dewantara adalah jiwa pengajaran. Budi pekerti bukan konsep yang bersifat teoritis sebagaimana yang dipahami oleh masyarakat pada umumnya, dan bukan pula pengajaran budi pekerti dalam arti mengajarkan teori tentang baik buruk sesuatu, benar salah dan seterusnya. Akan tetapi, pengajaran budi pekerti Ki Hadjar Dewantara mengandung arti pemberian kuliah atau ceramah tentang kerohanian atau tentang perikeadaban manusia.

Ki Hadjar Dewantara juga menginginkan bahwa pada setiap pengajaran bidang studi apapun harus mengintegrasikannya dengan pendidikan budi pekerti, dan tidak berhenti pada pengajaran mata pelajaran tersebut. Misalnya, pada pelajaran matematika. Matematika adalah alat untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki keterampilan dalam memahami dan mempraktikkan rumusan hitungan secara tepat dan akurat. Namun, pembelajaran matematika tersebut harus diarahkan pada menghasilkan manusia yang dapat bersikap teliti, cermat, kerja, teratur, dan jujur, sehingga dapat juga dikatakan sebagai pengajaran tidak langsung atau indirect teaching yang mana guru secara tidak langsung memberikan pengajaran mengenai budi pekerti sehingga peserta didik dapat menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, merdeka mengajar dan merdeka belajar.

Ki Hadjar Dewantara bahwa beliau menegaskan jiwa mandiri siswa itu melalui kata-kata merdeka lahir batin. Bahwa siswa diberikan kebebasan untuk berkreatifitas sehingga mereka bisa menjadi lebih mandiri serta menjadi peserta didik yang aktif dan lebih percaya diri. Hal tersebut telah terealisasikan dalam pelaksanaan sistem among dimana siswa dididik dengan penuh kasih sayang. Guru bertugas memberikan dorongan, semangat dan memberikan contoh kepada siswa dalam berkarya, serta diberikan kebebasan dalam berkarya berdasarkan pengalaman dan usahanya sendiri dan tidak memberikan tekanan kepada siswa sehingga jiwa merdekanya tidak hilang maka dari pada itu Ki Hadjar Dewantara mengharamkan hukuman disiplin dengan paksaan atau kekerasan karena itu akan menghilangkan jiwa merdeka anak.

Hal tersebut sejalan dan relevan dengan pendidikan pada saat ini dimana guru tidak diperkenankan untuk menghukum siswa dengan melakukan kontak fisik yang dapat melukai siswa ataupun tidak sampai terluka seperti mencubit, memukul, dan tindakan kekerasan lainnya. Banyak fakta yang terjadi bahwa guru yang melakukan hal tersebut akan dikenakan sanksi hukuman pidana. karena hal tersebut sudah diatur dengan sebaik-baiknya dalam peraturan perundangan-undangan.

3. Melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru

Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD merupakan daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya. Berikut proses pembelajaran yang diharapkan terjadi pada manusia yaitu:

Pertama, manusia Indonesia yang berbudi pekerti adalah yang memiliki kekuatan batin dan berkarakter. Artinya, pendidikan diarahkan untuk berpendirian teguh untuk berpihak pada nilai-nilai kebenaran. Jadi, budi pekerti adalah istilah yang memayungi perkataan, sikap dan tindakan yang selaras dengan kebenaran ajaran agama, adat-istiadat, hukum positif, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Kedua, manusia di Indonesia yang maju pikirannya adalah yang cerdas kognisi dan kecerdasannya itu membebaskan dirinya dari kebodohan dan pembodohan dalam berbagai jenis dan bentuknya (misalnya: karena rekayasa penjajah berupa indoktrinasi). Istilah maju dalam pikiran ini menunjukkan meningkatnya kecerdasan dan kepintaran.

Ketiga, manusia di Indonesia yang mengalami kemajuan pada tataran fisik atau tubuh adalah yang tidak semata sehat secara jasmani, namun mampu mengendalikan dorongan-doroangan tuntutan tubuh. Dengan dan melalui tubuh yang maju itu pula, pikiran yang maju dan budi pekerti yang maju memperoleh dukungan untuk mendeklarasi kemerdekaan diri.

Jadi proses pendidikan adalah upaya pemanusiaan manusia secara manusiawi secara utuh dan penuh ke arah kemerdekaan lahiriah dan batiniah. Yang dampaknya adalah mencerdaskan kognisi seseorang sehingga ia terbebaskan dari belenggu “kebodohan."

Dari konsep pemikiran KHD tersebut yang sudah saya terapkan, adalah memerdekakan belajar siswa secara lahiriah dan batiniah.

a. kolaborasi dalam pemecahan masalah

b. gotong royong dalam hal penataan kelas

c. mengikuti pembelajaran moral etika dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

d. mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi siswa baik itu masalah belajar, lingkungan bahkan dari orang tua sendiri.

Jika ditilik dari guru itu sendiri, masalah yang sering saya hadapi adalah saat anak menggantikan posisi orangtua dalam mencaru nafkah atau ikut membantu mereka dan terpaksa meninggalkan pelajaran di sekolah. Dengan kata lain, orang tua masih mengharapkan anak mereka dalam hal mencari nafkah dan tidak mempermasalahkan anak jika tidak sekolah.

Masalah lain berasal dari siswa yang lebih mengutamakan pekerjaan dibandigkan belajar. Siswa SMA jika sudah bekerja pada umumnya mereka cenderung berasumsi bahwa hidup ini berdasarkan uang, meski pada kenyataannya uang memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini.

Bahkan mereka mengaitkan kurikulum yang berpusat pada siswa tentang memerdekakan anak meskipun konteksnya sangat berbeda. Saya sebagai seorang guru berupaya untuk berkonsultasi denga kepala sekolah dan orangtua agar penanganannya dapat diselesaikan secara maksimal.

Jadi refleksi kritis tentang pemikiran KHD terkait konteks pendidikan Indonesia, khuusnya di sekolah saya masih perlu tuntunan dan arahan serta kerja sama antara pihak-pihak yang terkait terutama masalah etika dan budi pekerti.





Back to Top