Saturday, 24 September 2022

Lumpuhkan Social Engineering: Jadilah Nasabah Bijak, Ketika Kebajikan Nasabah disalah Gunakan


Nasabah adalah orang yang menabung atau memercayakan uangnya pada suatu perusahaan atau bank. Nasabah yang baik adalah nasabah yang selalu menyisihkan uangnya demi perencanan hidupnya di masa yang akan datang. Penjelasan Singkat Tentang Nasabah Mengutip penjelasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nasabah adalah perseorangan atau badan yang menggunakan atau menerima fasilitas bank, baik dalam bentuk produk maupun jasa.
 

 Penyuluh Digital BRI. Foto, dok, BRI

Banyak manfaat yang dirasakan ketika memutuskan untuk menjadi nasabah di salah satu bank, diantaranya dapat menikmati layanan perbankan yang dalam istilah perbankan itu sendiri disebut investasi. Nominal investasi itu sendiri tentunya beragam, mulai dari kelipatan sepuluh, seratus, seribu bahkan lebih.
 
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mencatat setidaknya ada pertumbuhan nasabah dengan melihat indeks penggunaan akun/rekening di Indonesia pada 2020 sebesar 81,4%. Hal ini lah yang banyak dimanfaatkan para social engineering atau soceng demi meraup keuntungan pribadi. Mereka dengan lihai memainkan peran sehingga korban dengan sukarela menyerahkan sejumlah uang yang diminta.
 
Mengenal Soceng dengan Bijak
Soceng atau social engineering adalah pelaku kejahatan yang sangat paham mengenai literasi digital dan literasi keuangan. Ia mampu memanfaatkan kondisi psikologis seseorang, hingga interaksi benar-benar berjalan dua arah artinya ia berhasil memengaruhi korban dengan keterampilannya berkomunikasi.
 
Jika korban tidak percaya dengan kata-katanya, maka soceng pun semakin mengupgrade tekniknya agar bisa merambah ke ranah yang ia iginkan. Meretas akun sosmed, berdalih pangsa pasar dengan berbagai foto, penjelasan rinci, sejuta skenario sempurna bahkan mengetahui bahasa dan keadaan yang dialami korban, nyaris sempurna.
 
Soceng bahkan melebihi dokter spesialis demi meraup keuntangan milyaran hingga tanpa sadar korban pun percaya dengan memberikan informasi/data/akses dan akhirnya rekening pun berpindah tangan, amazing! Inilah yang dinamakan interaksi dua arah, ada aksi yang dilakukan kedua belah pihak baik melalui telepon, email, cahting dan media sosial lainnya.
 
Lindungi Diri dengan melumpuhkan Soceng
Banyak jalan menuju waspada dan keselamatan. Kita bisa memulainya dengan memahami dunia medsos dan digitalisasi. Jangan mudah percaya ketika mereka mengatakan ada transaksi yang mencurigakan di rekening kita, ada notifikasi dari salah satu sahabat bahkan keluarga yang ujung-ujungnya memaksa untuk melakukan transaksi, bahkan keadaan sangat sulit yang dijadikan tameng sehingga dengan kondisi terdesak kita telah melakukan transaksi. Inilah yang harus kita hindarkan, bersikap bijak akan kebajikan kita.
 
Kasus lain dapat kita lihat saat ada info perubahan tarif transfer bank, tawaran menjadi nasabah prioritas, akunlayanan konsumen palsu, serta tawaran menjadi agen laku pandai. Inilah modus soceng itu. Pelaku akan berpura-pura menjadi pegawai bank hingga korban mengisi tautan yang diminta mulai dari data pribadi sampai password bahkan OTP.
 
Membujuk, merayu, berpura-pura menawarkan bantuan, dll hingga pelaku percaya dan akhirnya memberikan data-data rahasia. Dengan mengetahui modus-modus seperti ini, kebajikan nasabah pun tidak akan disalah gunakan karena nasabah sudah tahuu dan waspada dengan cara memblokirnya. Jadilah nasabah yang bijak dengan kebajikan nasabah yang cerdas.
 
#Nasabah bijak dengan Kebajikan Nasabah melalui Penyuluh Digital Bersama BRI
Jadilah penyuluh digital dengan cara kita. Kejahatan siber hanya bisa diretas bila kita mau berbagi informasi, mau berbagi kebajikan dan pengalaman. Bersama kita bisa!
 
Yang belum tahu mencari tahu, yang sudah tahu memberi tahu. Jadilah masyarakat yang melek digital sehingga kesiapan masyarakat benar-benar matang dengan adanya penyuluh digital. Lakukan peran serta aksi nyata pada masyarakat hingga dipastikan masyarakat memiliki informasi akurat sebagai edukasi yang berkualitas.
 
Penyuluh digital memiliki 3 tugas yang disampaikan oleh Direktur Utama BRI, Sunarso akhir Mei 2022 lalu. Ketiga tugas itu antara lain:

Pertama, mengajak atau mengajari masyarakat agar lebih digital savvy. Misalnya bisa membuka rekening secara digital.

Kedua, mengajari masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital.

Ketiga, mensosialisasikan dan mengajari masyarakat untuk mengamankan rekeningnya dari kejahatan-kejahatan digital. - dikutip dari bumn.go.id

Terkait 3 tugas diatas, kita sebagai nasabah yang bijak diharapkan mampu menjadi penyuluh digital bersama gerakan #Nasabahbijak. Gerakan #NasabahBijak merupakan sebuah wadah komunitas yang bertujuan untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia mengenai bagaimana mengelola uang, melunasi hutang, suku bunga, asuransi, tabungan pensiun, pajak, serta produk keuangan seperti kredit dan pinjaman, serta memberikan edukasi tentang bermacam kejahatan siber di sektor perbankan dan bagaimana mencegahnya.

Melalui kompetisi blog ini #NasabahBijak bekerjasama dengan BRI mengajak teman-teman blogger bergandengan tangan terkait literasi keuangan sehingga nasabah semakin bijak dengan kebajikannya mengelola informasi, mengelola emosi serta berpikir cerdas bagaimana cara mencegah soceng.





Referensi

Instagram @nasabahbijak

Twitter @ojkindonesia

https://www.imperva.com/learn/application-security/social-engineering-attack/

https://www.nasabahbijak.id/

https://www.novarty.com/2022/09/menjadi-nasabah-bijak.html






Tuesday, 13 September 2022

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Pendidikan Guru Penggerak Modul 1.1

Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.


Program guru penggerak merupakan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pengembangan diri yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta secara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidikan lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar pancasila.

Menjadi seorang pendidik tidak sulit, tetapi menjadi seorang pendidik luar biasa itu tidak mudah terlebih menjadi seorang guru yang GILA. Karena itulah jurnal refleksi dwi mingguan ini secara khusus dibuat untuk guru yang luar biasa. Tergerak, bergerak dan menggerak kan. Ini lah moto seorang guru penggerak yang nantinya mampu mengubah warna, jati diri, bahkan mengubah dunia pendidikan menjadi lebih menyenangkan. Menciptakan generasi emas, menghadirkan pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab atas tugas kepemimpinannya karena hal ini dilatih khusus selama 6 bulan.

Di dalam pelaksanaan tugas jurnal refleksi dwimingguan ini, saya menggunakan model 4F, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. Beliau adalah ahli pendidik dan fasilitator. Model yang dikenalkan oleh beliau adalah sebagai berikut:

1. Facts (Peristiwa) : Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat aksi nyata ke dalam kelas ? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.

3. Findings (Pembelajaran) : Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini ? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

4. Future (Penerapan) : Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan ? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Dibawah ini adalah hasil refleksi yang telah saya lakukan :

1. Facts (Peristiwa)

Puji syukur saya ucapkan Kehadirat Allah SWT karena atas ijin-Nya dinyatakan lolos untuk mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6. Pada hari Rabu pukul 11.00 WIB tepatnya tanggal 24 Agustus 2022 CGP Angkatan 6 resmi dibuka oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim,B.A.,M.B.A. dan Dirjen GTK melalui zoom yang diikuti CGP Angkatan 6 se Indonesia.

Pembukaan juga diisi oleh Bapak Reisky Bestary sebagai Kepala Balai Guru Penggerak. Beliau menyampaikan bahwa selama mengikuti diklat guru penggerak diharap para CGP jangan sampai berhenti di tengah jalan karena Bapak/Ibu adalah guru-guru pilihan. Jangan dijadikan alasan karena kendala-kendala yang dapat menghambat proses belajar.

Setelah mengikuti serangkaian acara Zoom, saya dan seluruh CGP Angkatan 6 wajib mengikuti kegiatan-kegiatan serta pelatihan-pelatihan yang ada di LMS mulai dari mempelajari modul 1.1. tentang Mulai Dari Diri dan Eksplorasi Konsep di forum diskusi yang dipimpin oleh fasilitator. Kemudian ada ruang kolaborasi, di mana setiap CGP berkolaborasi bersama kelompoknya masing-masing.

Pada tanggal 3 September 2022 diadakan lokakarya orientasi melalui Zoom dari pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB. Dalam kegiatan ini diundang juga pengawas dan Kepala sekolah tempat CGP mengajar. Dengan diikutsertakannya Kepala Sekolah dalam lokakarya tersebut alangkah bahagianya hati saya karena Beliau mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perjalanan Pendidikan Guru Penggerak sehingga diharapkan dapat memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi kepada saya sehingga saya dapat melaksanakan Pendidikan Guru Penggerak ini dengan baik. Pada kenyataannya kegiatan lokakarya orientasi lebih banyak berinteraksi dengan Pengajar Praktik dan teman-teman sekelompok yang terdiri dari 3-4 CGP.

Dalam Zoom ini kami benar-benar fokus menggali dan memperluas wawasan kami tentang mengenali siapa saya, apa yang belum dan sudah ada pada diri saya serta mengerjakan 5 LK dan mendiskusikannya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan bimbingan Ibu Tri Sofia Yanreta selaku Pengajar Praktik saya merasa lokakarya orientasi ini menjadi sangat menyenangkan sehingga waktu yang cukup lama tersebut menjadi tidak terasa. Kegiatan dimulai dengan membuat kesepakatan kelas, kemudian mempresentasikan harapan menjadi CGP melalui modle. Beliau juga meminta kami membuat google site sebagai wadah guru penggerak yang nantinya siap berbagi praktik baik bagi guru-guru yang lain.

Kurang lebih selama dua minggu, kami belajar mandiri melalui LSM yang dirancang dengan sangat "friendly user", sehingga para CGP tidak susah untuk mengeksplore fitur-fitur yang ada di dalam LMS itu sendiri. Kegiatan demi kegiatan dilaksanakan hingga kami diharuskan membuat karya berupa demonstrasi konstektual.

Pada hari Jumat, tanggal 8 September 2022, diadakan kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur Bapak Zulkifli melalui G-meet. Instruktur memberikan asupan ilmu tentang pemahaman yang sangat mendalam mengenai konsep Filosofi KHD dan penerapannya pada konteks lokal sosial budaya yang dikaitkan dengan daerah kami Kab. Kep. Meranti Riau.

Kegiatan ini terbagi dalam 4 kelompok dan saya masuk dalam kelompok 4 bersama Ibu Vina dan Bapak Khairudin. Senang rasanya bisa bertemu dengan bapak dan ibu hebat meskipun hanya dalam Virtual dan kami pun saling menunjukkan kreasi dalam berpantun. Kelompok kami mempresentasikan materi pantun sebagai penguatan yang dapat mengubah karakter siswa melalui pantun.

Belajar, belajar dan terus belajar sehingga kami ditugaskan untuk membuat modul itu dalam bentuk grafik, infografis, blogspot, video, dll berupa modul koneksi antar materi, kesimpulan dan refleksi pemikiran Ki Hajar dewantara. Dan saya memilih membuat video

2. Feeling (Perasaan)

Selama kurang lebih dua minggu saya menjadi CGP, banyak sekali hal yang saya rasakan. Haru, senang, galau, bahagia, semua bercampur baur dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Keseluruhan perasaan tersebut saya ibaratkan juga dengan apa yang dialami oleh murid-murid saya.

Banyak ilmu yang saya dapatkan selama menjalani proses ini, bagaimana menjadi guru yang seharusnya, bagaimana memerdekakan anak, upaya apa yang harus dilakukan, dll. Keseluruhan rangkaian yang ada di dalam LMS membuat saya merasakan bahwa apa yang saya miliki tentang Pendidikan sangat jauh dari yang diharapkan dengan tujuan Ki Hajar Dewantara.

Betapa hebatnya sososk Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa kita harus memanusiakan manusia, sehingga murid dapat mencapai kodrat alam, namun juga tetap selalu membuka mata untuk setiap hal positif di luaran sana (kodrat zaman) sehingga anak didik kita dapat merasakan kebahagiaan dan keselamatan sejati.

3. Findings (Pembelajaran)

Dari pembelajaran ini saya menemukan hal-hal yang kurang saya pahami sebelumnya yaitu tentang filosofis Ki Hajar Dewantara. Saya mendapat ilmu-ilmu baru yang sangat saya perlukan untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik. Melalaui 6 Dasar pemikiran ki hajar Dewantara saya merasa mendapat bekal yang tidak ternilai harganya.

Sebagai seorang pendidik saya harus menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat dengan mengacu pada trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani.

Saya menyadari bahwa anak memiliki kodrat merdeka, merdeka batin adalah pendidikan sedangkan merdeka lahir adalah pengajaran. Dua hal yang saling bergantug satu sama lain. Oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan minat, bakat , dan kreatifitasnya sebab manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri.

Sebagai pendidik saya harus senantiasa menghamba kepada anak atau dengan kata lain berpihak pada mereka. Saya juga harus memandang murid bukanlah kertas yang bisa digambar sesuai kemauan saya, karena mereka lahir dengan kodrat yang samar. Tugas kita adalah menebalkan garis-garis samar itu agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Menerapkan budi pekerti yang luhur merupakan keharusan yang tidak terbantahkan dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri , bernalar kritis dan kreatif.

Seorang pendidik diibaratkan seorang petani yang akan menghasilkan tanaman-tanaman berkualitas. Untuk itu, petani harus memulai dari penggarapan tanah, menanam benih, merawat dan memberi pupuk, memantau, membuang hama-hama yang dapat merusak tanaman sehingga menghasilkan tanaman yang bermanfaat bagi manusia.

4. Future (Penerapan)

Saya akan melakukan hal terbaik dalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik. Banyak hal yang akan saya benahi, karena saya sadar selama ini yang saya lakukan jauh dari kata sempurna jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara . Pembelajaran yang berpusat pada guru harus segera diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada murid, agar tercipta interaktif yang menyenangkandidalam kelas. Memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menggali potensi yang dimilikinya harus terjadi dalam proses pembelajaran agar mereka menemukan jati dirinya sehingga menjadi manusia seutuhnya.

Mengarahkan bukan lagi hal yang perlu dipertahankan tetapi kita harus merubahnya dengan menuntun peserta didik agar kodrat alam yang dimilikinya sejak lahir bisa berkembang kearah yang lebih baik dan kodrat zaman dimana mereka hidup saat ini bisa mereka dapatkan sehingga akan mempermudah mereka dalam mengatasi persoalan hidupnya dimasa kini ataupun masa mendatang.

Sekian paparan saya dalam refleksi Dwimingguan Pendidikan Calon Guru Penggerak.

Saya akhiri dengan pantun:

Cina gemuk membuka kedai

Menjual ember dengan pasu

Tergerak, bergerak, menggerakkan moto yang sangat bernilai

Semangat belajar haruslah maju

Ayam enak jika dibakar

Namun lebih mantap dijadikan pepesan

Guru jangan hanya pandai mengajar

Namun harus jadi teladan





Semoga bermanfaat.

Salam Guru Penggerak!

Guru Bergerak Indonesia Maju!

Wassalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh.









































Back to Top