..

Belajar Menulis Artikel Berbobot

Seorang penulis belum dikatakan penulis jika dia belum benar-benar menulis, artinya seberapa pentingkah tulisannya itu bagi orang lain. aku sendiri masih dalam kategori ini, apakah tulisan ku bermanfaat atau tidak, penting atau tidak dan yang paling penting apakah sudah masuk dalam kesayangan mbah google?


Nah itu dia, ibarat pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, jadi kudu pinter nyari perhatian mbah google nih. Meskipun sudah banyak tulisan yang kita tulis dalam blog, bukan berarti tulisan kita itu tidak bermanfaat tetapi juga wajib memperhatikan bobot tulisan, meskipun beberapa diantara penulis mengatakan bahwa menjadi seorang penulis itu susah-susah gampang, why? Karena perlu riset dan review.

Untuk memudahkan kita membuat tulisan yang berbobot, mungkin cara yang ku lakukan bermanfaat setidaknya bagi diriku sendiri.


1. Siapkan Buku Catatan

Sebelum menulis, ada baiknya menyiapkan buku catatan sebagai coretan-coretan penting agar tulisan berjalan lancar nantinya. Buku catatan ini juga mewakili tertangkapnya ide secara langsung sehingga kita tidak lupa ide apa yang berhasil kita dapatkan.

saat kita sudah benar-benar siap untuk menulis, maka catatan ini sangat membantu, terutama point penting yang diangkat dalam sebuah tulisan.

Hasilnya, penulisan artikel berjalan lancar dan tanpa hambatan, bahkan nyaris tanpa editing, baik judul maupun keseluruhan isinya.


2. Tulislah terlebih dahulu pada MS office word, note pad atau sejenisnya, 

setelah menyiapkan catatan, sahabat bisa memulai tulisan di MS office word, notepad atau sejenisnya, kemudian setelah selesai ditulis barulah dilakukan editing, baik dari ejaan, pelafalan, hingga kata atau kalimat agar sesuai dan tidak banyak kesalahan.


3. Buatlah Paragraf yang Pendek dan Padat

Jangan menulis kata yang tidak perlu. Usahakan paragraf pendek dan padat. Meskipun rentang katanya sangat panjang, pembaca dapat menikmati kelancaran tulisan. Dibandingkan tulisan panjang dengan kalimat panjang, tulisan dengan paragraf padat lebih berbobot dan mengandung informasi lebih banyak. Hal ini disebabkan konten berbeda dengan novel dan cerita pendek yang dapat dibayangkan dan dikembangkan dengan bebas.


4. Carilah referensi yang sesuai dengan tulisan kita

Carilah data atau referensi tulisan yang sesuai dengan apa yang akan kita tulis, hal ini akan menambah bobot tulisan kita, terlebih jika referensinya berasal dari sumber yang terpercaya.


5. Berikan Gambar yang Mewakili Tulisan 

Tulisan tanpa gambar memiliki jumlah pembaca paling sedikit. Hal ini disebabkan efek visual lebih populer di kalangan pembaca daripada keseluruhan tulisan. Memasukkan beberapa gambar yang mendukung tulisan akan membuat pembaca senang. Cara ini membuat tulisan terlihat sangat hidup, dan tentunya gambar tersebut dapat menjelaskan informasi yang tertulis.

Shabat tidak perlu memberikan banyak gambar di setiap konten. Alasannya karena hal ini akan membuat bagian tulisan terlihat sangat panjang dan menjadi membosankan. Sahabat bisa memberi gambar di awal paragraf dan tunjukkan di beberapa poin.


6. Mengaplikasikan SEO

Penulis konten pasti sudah tidak asing lagi dengan SEO, karena SEO merupakan tolak ukur kualitas tulisan. Selain itu, SEO mencakup keseluruhan tulisan, mulai dari cakupan setiap kalimat, menggunakan kata kunci yang diperlukan, dan tulisan pendukung yang disukai atau tidak disukai pembaca.

Menerapkan SEO pada tulisan membutuhkan belajar sendiri dan kelas agar proses penulisannya menarik perhatian pembaca. Aku sendiri juga masih mempelajari hal ini sahabat.



Inilah yang kulakukan dalam belajar menulis artikel berbobot. Cukup sekian tulisanku kali ini ya sahabat maya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan-tulisan yang lain, jangan lupa tetap semangat ngeblog ya…



Maya Fasindah
Blog seorang guru dan alhamdulillah seorang penulis yang masih terus belajar dan belajar.

Related Posts

Posting Komentar