Sunday, 31 July 2022

Wortel baik hati



Hari ini matahari terlihat sangat lesu, ia sama sekali tak menampakkan cahaya indah. Hampir masuk waktu zuhur, matahari masih berselimut awan kelabu. Begitupun otel si wortel segar, masih mengurung diri di kotak sayur. Mendengar suara kotak sayurnya ada yang mengetuk pun tidak membuat otel beranjak. Ia masih tetap bermalas – malasan.

Lalu terdengar suara berdebum. Otel terperanjat. Ia sangat kaget melihat kotak sayurnya hancur berantakan.

“Siapa yang berani melakukan ini?” ujar Otel setengah berteriak. Tidak ada yang menjawab tetapi otel mendengar suara tertawa teman – temannya di balik kotak garam. Otel segera menghampiri mereka yang bersembunyi di kotak sayur wowo, teman baik otel.

Benar saja wowo dan teman – teman Otel yang lain sangat puas tertawa melihat Otel kesal.

“Kalian yang menghancurkan kotak sayurku?” geram Otel pada teman – teman. Mereka panic saat persembunyiannya ketahuan, apalagi melihat wajah Otel yang marah.

“Maaf, Otel, Kami hanya bercanda. Dari pagi kami mengajakmu bermain, tapi kamu tidak menggubris ajakan kami. Kami mengetuk – m=ngetuk kotak sayurmu agar kamu bangun. Kamu tetap saja tidak ada keluar.” Jelas Wowo.

“Aku malas bermain, cuaca sangat mendung, enaknya bermalas – malsan di kotak sayur. Kenapa kalian mengganggu dengan cara seperti iyu?” jawab Otel dengan nada meninggi.

“Setahuku, kamu memang selalu bermalas – malasan setiap waktu, Otel ,”sahut salah satu teman.

Mendengar perkataan temannya, otel sangat marah. Ia menggebrak meja dapur dengan sangat keras, sembari berteriak, “Kenapa kamu selalu mencampuri kehidupanku?”

Mereka semua panic melihat otel sangat marah. Mereka sangat menyesal telah bercanda berlebihan seperti itu.

“Otel, tenangkan dirimu. Kami awalnya hanya bercanda, tidak bermaksud menghancurkan kotak sayurmu. Maafkan kami karna keterlaluan dan sudah merugikanmu,” ujar Wowo mencoba menenangkan Otel.

Mendengar keributan di kotak sayur milik wowo, ibu Otel segera menghampiri mereka. Ibu kaget melihat kotak sayur anaknya hancur berantakan, ia pikir, Otel mengamuk karena tidak diajak pergi berlibur dengan keluarga.

“Apa yang terjadi dengan kotak sayurmu, Nak? Mengapa begitu berantakan?” tanya Ibu Otel, lembut.

“ Mereka yang menghancurkannya,” jawab Otel sangat ketus seraya menunjuk teman – teman yang hanya diam mendatangi Otel dan Ibu.

Ibu Otel sangat kaget dengan jawaban anaknya. Kemudian, ibu segera mendekati Wowo, meminta Wowo menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan jujur Wowo menceritakan apa yang ia lakukan bersama teman – teman. Berkali – kali Wowo dan teman – teman lain meminta maaf kepada Otel dan Ibu.

“Sudah, Nak, ayo maafkan teman – temanmu,” ujar Ibu menenangkan Otel.

“Iya, Bu, aku akan maafkan mereka. Tapi gimana dengan kotak sayurku? Aku enggak mau tidur di dapur yang sangat dingi ini,” jawab Otel.

“Tenang saja, Otel, sebagai permintaan maaf kami, bagaimana kalau kami perbaiki kotak sayurmu? Kita bergotong royong agar pekerjaan cepat selesai,” jelas Wowo.

“Hebat, ide bagus itu, Wowo. Ayo, kita kerjakan sekarang., mumpung dapur belum makin dingin. Selama kalian bekerja memperbaiki kotak sayur Otel, Ibu akan memasak dan membuatkan kalian makanan ringan,” ujar Ibu Otel.

“Wow, asyik!”

‘Ide bagus itu,Bu.”

“Horeee! Ayo, kita ke kotak sayur Otel sekarang!”

Mereka mengakui kesalahan, lalu bergegas memperbaiki kotak sayur temannya. Otel bermurah hati, walaupun marah karena kotak sayurnya hancur, ia tetap memaafkan teman – temannya. Otel juga bersama – sama membantu. Mereka bekerja tekun walaupun sesekali diselingi bermain.

Tidak terasa akhirnya kotak sayur Otel selesai diperbaiki. Otel akan tetap tidur di kotak sayur yang nyaman dan hangat, tidak di dapur yang sangat dingin. Apalagi kini kotak sayur Otel sangat rapi dan bagus.

“Wah, bagus sekali kotak sayurnya Otel sekarang. Terima kasih, ya, Anak – Anak sudah mau bergotong royong buat memperbaiki kotak sayurannya Otel,” kata Ibu Otel.

“Iya, Bu, sekarang kotak sayur Otel lebih rapi dan bagus. Ini sebagai oenebus kesalahan kami pada Otel,” jawab Wowo.

“Sekarang siapa yang mau makanan dan minuman yang Ibu bawa ini?” ujar ibu Otel seraya mengeluarkan masakan dan makanan ringan di balik badannya.

“Aku mau, aku mau, aku mau!” mereka bersahut – sahutan sambil berebut makanan dan minuman lezat itu.

Kini Otel, Wowo dan teman – teman lain kembali bermain bersama – sama.





1 comment :

Back to Top